Berita Viral
Petai Raksasa Tak Sengaja Ditemukan Pemuda Ini saat Ingin Lakukan Reboisasi Hutan, Bisa Dikonsumsi?
Petai Raksasa Tak Sengaja Ditemukan Pemuda Ini saat Ingin Lakukan Reboisasi Hutan, Bisa Dikonsumsi?
Meski rasanya unik, namun petai malah jadi lalapan di tiap hidangan Nusantara.
Baunya yang tak biasa juga tak membuat orang berhenti untuk mengonsumsi lalapan tersebut.
• Kronologis Pencurian Rumah Warga di Perumahan Bagan Pete, Ternyata Maling Masuk Lewat Jendela
• Rumah Warga Bagan Pete Disatroni Maling, Kamera dan Smartphone Raib
• Ingat Petenis Cantik Anna Kournikova? Setelah Pensiun Begini Kondisinya Sekarang, Jangan Kaget
Ada banyak resep yang bisa kita olah dari buah bernama petai ini, mulai dicampur dengan kentang, sebagai tambahan nasi goreng, ikan, dan masih banyak lagi.
Nah, media sosial tengah ramai dengan adanya penemuan buah menyerupai "petai" berukuran raksasa di Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (25/3/2020).
Salah seorang pengguna Twitter @JokoSus46520969 mengunggah dua foto yang menampilkan warga tengah menenteng buah yang bentuknya menyerupai petai namun dengan ukuran besar atau raksasa.
• Apa yang Menyebabkan Kepulauan Seribu Warganya Tak Ada yang Positif Covid-19? Ternyata Begini
• ODP Virus Corona di Tanjabbar Bertambah, Total Ada 14 Orang
• VIDEO Permintaan Anies Baswedan Ditolak Mentah-mentah Jokowi Soal Karantina
"Ada yang mau masak pete? @depaimin," tulis akun @JokoSus46520969 dalam twitnya.
Lantas, twit tersebut direspons oleh banyak pengguna Twitter lainnya, bahkan beberapa warganet mempertanyakan apakah buah tersebut bisa dikonsumsi atau tidak.
Tidak sengaja ditemukan
Selain itu, seorang warga Banjarnegara sekaligus orang yang menemukan buah tersebut, Agus Soewarto mengisahkan bahwa penemuan petai tersebut diketahui secara tidak sengaja ketika organisasi pemuda hendak melakukan kegiatan reboisasi di hutan.
• Pilihan Mobil Bekas Rp 80 Jutaan - Toyota Altis, Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Jazz, Isuzu Panther
• Pasien Sembuh dari Virus Corona Bertambah 22 Orang di Indonesia
"Tidak sengaja (ditemukan). Ketika organisasi pemuda sedang melakukan kegiatan reboisasi penanaman pohon di hutan, akhirnya sampai diketemukan buah itu," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2020).
Atas kejadian tersebut, Agus pun mengunggah foto dirinya dengan buah raksasa tersebut di akun Facebook bernama Martien Bay. Namun, ia mengungkapkan bahwa penemuan buah menyerupai petai berukuran raksasa itu terjadi pada Senin (16/3/2020).
"PEMIRSA..!! Barang ora umum usah di umumna.. (PEMIRSA..!! Benda yang tidak biasa jangan dibesar-besarkan)," tulis Agus sekaligus pemilik akun Martien Bay.
• Teknologi Hybrid, Dispenser Masa Kini Untuk Tangkal Penyakit
• Opsi Relaksasi Kredit Motor dari FIF Group & Keringanan Cicilan di Adira Finance
Penjelasan BKSDA Menanggapi adanya kejadian tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Darmanto mengungkapkan, buah menyerupai "petai" berukuran raksasa tersebut bernama Gandu (Entada rheedi Spreng).
"Dari hasil pengamatan dan identifikasi tumbuhan yang mirip dengan petai raksasa tersebut merupakan tanaman merambat atau liana, jenis polong-polongan, masuk dalam familinya Fabaceae dan Genus Entada, dengan rasa buah pahit," ujar Darmanto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2020).
Ia mengungkapkan, penemuan buah tersebut berlokasi di sekitar kawasan Cagar Alam Pringombo II.
• Presiden Jokowi Setujui Insentif Bagi Tenaga Medis, Segini Besarannya, yang Paling Kecil Rp 5 Jutaan
Adapun buah raksasa itu ditemukan oleh warga asal Desa Panawaren, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.
Bisa Diolah Jadi Bahan Herbal
Terkait beberapa pertanyaan warganet mengenai apakah buah petai raksasa tersebut dapat dikonsumsi,
Darmanto menjelaskan, buah tersebut tidak untuk dikonsumsi. "Masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah tersebut dan ikut menjaga dan melestarikan tanaman tersebut karena tidak di semua kawasan hutan ada dan berada di dalam kawasan Cagar Alam Pringombo," imbuhnya.
• Jaga Virus Corona Tak Menyebar, Kejari Batanghari Lakukan Sidang Online
Sementara itu, pihak BKSDA melakukan penelusuran dari beberapa sumber dan diketahui tumbuhan ini sudah dikenal lama oleh masyarakat sekitar.
Umumnya warga menyebut tanaman tersebut bernama Gandu (Entada rheedii Spreng).
Gandu merupakan liana, tumbuhan pemanjat berkayu yang besar dan tersebar luas di daerah tropis dan sub tropis.
Namun, petai raksasa ini bukan jenis petai yang bisa dimakan.
• VIDEO Viral, Ternyata Orang Dibalik Kostum T-rex Sedang Belanja Miliki Profesi Tak Sembarangan
"Berdasarkan beberapa penelitian, jenis Entada lebih banyak digunakan untuk obat herbal. Entada rheedi Spreng bijinya digunakan untuk pengobatan tradisional di Mesir sebagai anti-rematik, anti-inflamasi, dan makanan suplemen," kata Darmanto lagi.
Tak hanya itu, ada jenis tanaman Entada lainnya, yakni Entada phaseoloides (L.) Merr yang sudah lama dimanfaatkan sebagai herbal yang efektif untuk pengobatan diabetes melitus oleh masyarakat Dai, etnis China minoritas.
Artikel ini telah tayang di GridHits dengan judulKenalkan ini Pete Raksasa Asli Jawa Tengah, Ternyata Isi dan Rasanya Tak Terduga.
(*)
Artikel Ini Juga Telah Tayang di GridHot.ID
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK: