Virus Corona di Sungai Penuh

Bahas Pencegahan Covid-19 di Sungai Penuh, Dewan Panggil Tim Gugus dan TAPD

Kemudian menindak tegas pelaku penyebaran hoax yang dapat meresahkan masyarakat. Selain itu meniadakan kegiatan fisik untuk mempersiapkan kebutuhan...

Tribunjambi/Heru
DPRD Sungai Penuh panggil Tim Covid-19 dan TAPD untuk bahas pencegahan kedepan 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sungai Penuh begitu prihatin dan serius dalam menanggapi musibah dunia yakni wabah Covid-19.

Selasa (31/3/2020) kemarin, pimpinan dewan memanggil Tim Gugus Tugas Covid-19 dan TAPD Kota Sungai Penuh.

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, H Fajran didampingi dua wakil, Satmar Lendan DPT dan Syafriadi mengatakan, jika pihaknya sengaja memanggil pihak tim gugus tugas dan TAPD untuk mendapat informasi jelas terkait Covid-19 dan juga sistem pencegahan kedepannya.

"Hal ini adalah bentuk kepedulian kita. Karena kita ingin masyarakat kita aman dari wabah virus corona," ujarnya, Rabu (1/4/2020).

Data Terkini Covid-19 di Indonesia, Rabu (1/4/2020), 1.677 Kasus, 157 Meninggal, 103 Sembuh, Jambi?

Ternyata Masih Ada Kapal Penumpang di Pelabuhan RoRo Kuala Tungkal, Dishub Klaim Ini yang Terakhir

Bak Seorang Vampire, Wajah Nafa Urbach Tidak Berubah Sedikit Pun Sejak Usia 16 Tahun, Awet Muda?

Dalam rapat tersebut sebutnya, ada beberapa poin yang menjadi rekomendasi dewan. Yakni agar walikota menintruksikan kepada kepala desa untuk berperan aktif dan lebih fokus dalam upaya penanganan Covid-19.

Kades diminta mendata setiap warganya yang baru sampai dari luar daerah. Kemudian agar walikota membuat edaran, kepada kepala Desa untuk penggunaan dana desa dalam penanganan kasus virus corona di Sungai Penuh.

"Dan memberikan imbaun yang lebih serius di masjid-masjid. Kemudian merekrut relawan untuk memantau ODP dan memberikan insentif," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, perlu adanya sarana MCK dan signal telekomunikasi di masing masing pos pemataun.

Disperindag juga dapat menghitung ketersedian sembako kemungkinan apabila ada keadaan lebih buruk terjadi.

Dalam pertemuan tersebut lanjutnya, rumah makan juga diharapkan untuk menerapkan distancing dengan menjaga jarak duduk atau tidak makan di tempat atau melakukan penutupan sementara waktu tempat objek wisata.

Kemudian menindak tegas pelaku penyebaran hoax yang dapat meresahkan masyarakat. Selain itu meniadakan kegiatan fisik untuk mempersiapkan kebutuhan anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Kemudian memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi para medis. Untuk angkutan desa agar benar benar ditertibkan penjadwalannya, membentuk unit posko tanggap darurat di kantor camat dan kantor kepala desa," katanya.

"Mengkaji mengenai penerapan karantina lokal di daerah yang terdampak, kecamatan atau desa dan membuka pendaftaran relawan untuk mengantisipasi lebih dulu, mengingat keterbatasan tenaga medis yang ada di Kota Sungai Penuh," pungkasnya.

(Tribunjambi.com/ Heru Pitra)

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved