Pengawasan Jalur Masuk Wilayah

Jalur Masuk ke Tanjab Timur Akan Ditutup, Sekda Jelaskan Beda dengan Lockdown

Pemkab Tanjabtim akan lakukan penutupan total jalur masuk ke Tanjabtim, ini penjelasan sekda bedanya dengan lockdown.

https://www.medscape.com/
Coronavirus atau Covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemkab Tanjabtim akan lakukan penutupan total jalur masuk ke Tanjabtim, ini penjelasan sekda bedanya dengan lockdown.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) untuk mencegah masuknya Coronavirus Desease 2019 ( Covid-19 ).

Untuk itu Pemda Tanajbtim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilakukan Pemkab secara tertutup di ruang rapat utama Kantor Bupati, Senin (30/3).

Rapat tersebut merupakan persiapan menjelang diberlakukannya secara total terkait penutupan jalur masuk ke Kabupaten Tanjabtim.

Sekda Tanjabtim, Sapril saat diwawancarai sejumlah awak media usai rapat menegaskan, bahwa Pemkab Tanjabtim mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tanjabtim.

Pasien Positif Corona di Jambi Bertambah Satu Orang, Berikut Data Kasus Covid-19 di Daerah 

Sekda Muarojambi Akan Sumbangkan Dua Bulan Gaji untuk Tangani Covid-19

Mobil Dinas Mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin Laku Rp 268 Juta, Dibeli Warga Jakarta

Salah satunya pembatasan keluar masuknya orang ke Tanjabtim.

"Hal itu sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat tidak boleh lockdown dan juga tidak mengkarantina wilayah. Jadi kita hanya pembatasan keluar masuk orang," jelasnya.

Ada Tiga titik pintu masuk yang akan dilengkapi dengan pos penjagaan, seperti di jalur masuk di Kecamatan Berbak, Geragai dan Mendahara Ulu. Seluruh stakeholder dilibatkan dalam pos penjagaan untuk pengamanan dan pemeriksaan.

"Orang yang masuk ke Tanjabtim akan diperiksa kesehatannya sesuai standar kesehatan," ungkapnya.

Artinya, lanjut Sekda, masyarakat harus tahu kebijakan pembatasan yang dilakukan Pemda bukan seperti lockdown, melainkan hanya memperketat pemeriksaan kesehatan terhadap orang yang masuk ke Tanjabtim.

Sedangkan terkait banyaknya masyarakat Tanjabtim yang melanjutkan sekolah di luar Tanjabtim, dan akan pulang kampung karena pemerintan meliburkan sekolah perlu diwaspadai.

"Kemudian perusahaan yang keluar masuk Tanjabtim hanya diimbau, agar para sopir truk harus berprilaku hidup sehat dan cuci tangan dengan sabun, serta kendaraanya harus disemprot dengan Desinfektan," sebutnya.

"Artinya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang datang dari luar daerah atau dari daerah yang pandemi Covid-19, jangan sampai terlewatkan untuk menjalani tes kesehatan di pos masuk Tanjabtim," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved