Virus Corona di Jambi

Imbas Wabah Covid-19, Sidang di Pengadilan Negeri Jambi Online

Aktivitas persidangan di Pengadilan Negeri Jambi kembali berjalan setelah sempat ditunda akibat wabah Covid-19 yang menjangkiti warga Jambi.

Tribunjambi/Dedy Nurdin
Caption- Majelis hakim pengadilan negeri jambi menggelar sidang secara daring (dalam jaringan) Senin (30/3/2020). Ini merupakan sidang perdana yang digelar PN Jambi secara online. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aktivitas persidangan di Pengadilan Negeri Jambi kembali berjalan setelah sempat ditunda akibat wabah Covid-19 yang menjangkiti salah seorang warga Jambi.

Namun Senin (30/3/2020) aktivitas persidangan kembali dibuka. Meski tak seperti biasanya, persidangan dilakukan secara daring (dalam jarigan) menggunakan aplikasi video online.

Seperti terlihat pada Senin siang, Victor Togi Rumahorbo wakil ketua Pengadilan Negeri Jambi didampingi dua anggota majelis hakim memimpin langsung persidangan.

Ketua majelis hakim pada persidangan itu tampak mengenakan masker dengan satu unit layar dilengkapi video berada di atas meja hijau.

Pengawasan Covid-19 di Terminal Bungo Diperketat, Semua Penumpang Diperiksa

Pembuatan APD Mandiri Dimulai Hari Ini, Pemkot Jambi Libatkan Pengusaha UMKM

Bulog Pastikan Stok Bahan Pokok di Jambi Masih Aman hingga Lebaran

Sementara terdakwa berada di lapas Merangin, jaksa penuntut persidangan dari Kejari Merangin tampak tidak berada di meja jaksa penuntut melainkan di lokasi berbeda.

Sementara penasehat hukum terdakwa terlihat duduk di meja penasehat hukum menggunakan head set dan video di smarphone yang ada di hadapnnya.

Hal serupa juga terlihat pada panitera persidangan, sementara kursi pengunjung yang biasanya diisi empat hingga lima orang hanya dibolehkan dua orang. Dengan jarak satu hingga 1,5 meter.

Namun tak ada layar utama yang ditampilkan sehingga pengunjung sidang hanya bisa mengikuti persidangan dengan hanya mendegarkan suara percakapan dari pegeras suara laptop yang terbatas volumenya.

"Koneksi internetnya harus baik ya. Ini kan jaksanya di luar kota. Jadi pertanyaan kadang-kadang kurang jelas," kata Amir Hamza, salah seorang pengacara kasus Tipikor, dikonfirmasi usai mengikuti sidang online.

"Kita itu yang susah itu kan karena tidak berhadapan langsung dengan terdakwa. Apakah terdakwa ini tetap kooperatif atau tidak. Karena kan benar kata hakim tadi, terdakwa tidak punya beban, karena tidak di dalam meja sidang. Khawatirnya dia bisa saja membantah barang bukti," sambungnya.

Persoalan koneksi jaringan juga tampak menjadi kendala pada persidangan Senin. Anggota majelis hakim terlihat harus berulang-ulang pertanyaannya untuk memperjelas suara yang diterima terdakwa.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Jambi, Yandri Roni mengatakan masih ada keterbatasan peralatan seperti layar yang bisa disaksikan juga oleh pengunjung.

Meski demikian tak mengurangi efektivitas persidangan. "Sidang onlinenya terhubung ke laptop atau perangkat masing-masing saja," katanya. (Dedy Nurdin)

Penulis: deddy
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved