Virus Corona di Bungo

Pengawasan Covid-19 di Terminal Bungo Diperketat, Semua Penumpang Diperiksa

Pengawasan pintu masuk ke Kabupaten Muara Bungo diperketat guna mencegah penyebaran rantai Covid-19.

Tribunjambi/Darwin
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan pada semua angkutan yang masuk ke Terminal Tipe A Muara Bungo untuk mencegah penyebaran covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pengawasan pintu masuk ke Kabupaten Muara Bungo diperketat guna mencegah penyebaran rantai Covid-19.

Setiap penumpang baik yang berangkat atau datang ke Kabupaten Muara Bungo dilakukan pemeriksaan.

Julianto, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Muara Bungo, BPTD Wilayah V Provinsi Jambi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan menyampaikan pihaknya melakukan pengawasan penumpang bus yang turun dan naik di Kabupaten Muara Bungo.

"Yang kita awasi bis, dan penumpang yang lalu lalang di Kabupaten Muara Bungo. Untuk saat ini yang terindikasi corona tidak ada," katanya.

"Setiap penumpang dan bis kita data asal dan tujuan mereka, kita juga lakukan penyemprotan desinfektan sebagai upaya pencegahan," ujarnya.

Pembuatan APD Mandiri Dimulai Hari Ini, Pemkot Jambi Libatkan Pengusaha UMKM

Bulog Pastikan Stok Bahan Pokok di Jambi Masih Aman hingga Lebaran

VIDEO BREAKING NEWS: Kasus Positif Virus Corona di Jambi Bertambah

Sementara dibalik mewabahnya Covid-19 berdampak pada penurunan jumlah penumpang. Penurunan itu mencapai 20 persen.

"Jumlah penumpang untuk data keseluruhan mengalami penurunan dari sebelumnya, sekitar 20 persen," ungkapnya.

Penurunan jumlah penumpang tersebut akan drastis terjadi apabila peraturan menteri terkait angkutan lebaran ditutup.

Terminal Tipe A Muara Bungo, BPTD Wilayah V Provinsi Jambi selama Maret per tanggal 29 mencatat keberangkatan Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) mengangkut 852 penumpang. Sementara untuk kedatangan sebanyak 702 orang.

Sementara itu salah seorang mahasiswa Yogyakarta yang berasal dari Muara Bungo memilih pulang ke kampung halaman daripada bertahan. Sebab saat ini sedang dilakukan lockdown dan tidak ada aktivitas perkuliahan secara tatap muka.

"Kampus libur sampai bulan Juni, tidak ada kegiatan. Jadi saya memilih pulang kampung, perkuliahan melalui online," ujarnya kepada Tribunjambi.com.

Meski pulang kampung, dia mengaku akan mengisolasi diri selama 14 hari di rumah secara mandiri. Hal itu dilakukannya sesuai intruksi yang diterimanya dari bandara keberangkatan (Yogyakarta) dan tujuannya (Jambi red).

"Saya nanti berdiam diri dulu di rumah, status saya Orang Dalam Pengawasan (ODP). Identitas saya sudah dicatat saat di Bandara Sultan Thaha," tandas warga Kota Muara Bungo itu. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved