Wikijambi

Perjuangan Pebatik Sarolangun Angkat Budaya Daerah

Perajin batik yang ada di Kabupaten Sarolangun kini semakin berkurang. Hal ini dipengaruhi oleh segmen pasar yang sangat sedikit.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Rikzan (kanan) pebatik di Sarolangun yang berusaha mengangkat budaya daerah. 

Perjuangan Pebatik Sarolangun Angkat Budaya Daerah

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Perajin batik yang ada di Kabupaten Sarolangun kini semakin berkurang.

Hal ini dipengaruhi oleh segmen pasar yang sangat sedikit. Belum lagi masyarakat asli Sarolangun belum banyak yang merespon.

Perajin batik yang saat ini masih tetap bertahan seperti Rikzan dan keluarganya.

Selain membantu ekonomi, niatnya membatik tersebut semata-mata untuk memperkenalkan dan menggangkat budaya Sarolangun agar dapat dikenal oleh masyarakat luar.

Batik tak sekadar motif pakaian, tapi sebagai simbol atau budaya khas dari daerah masing-masing.

WIKIJAMBI Lebih Ramah Lingkungan, Pembatik di Sarolangun Gunakan Kulit Jengkol Jadi Pewarna

Ini Langkah Tim Gugus Tugas Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 di Jambi

Lawan Corona, Perusahaan Kopi AAA Sumbang 90 Alat Penyemprot Disinfektan

"Karena selama ini, tidak semua pembatik bisa menuangkan kebudayaan masing-masing dan tidak bisa menempatkan warna di atas desainnya sendiri. Sebab untuk kriteria batik ini dilihat dari desainnya yang unik, campuran pewarnaan dan motif batik itu sendiri," ujarnya.

Untuk saat ini peralatan membatiknya jauh dari kata lengkap, dirinya membatik masih dengan cara manual.

Meski demikian, upaya ke depan yang akan dilakukannya untuk makin memperkenalkan Batik Sarolangun. Dirinya berharap bisa mengikuti even di tingkat Asia dan ingin membuat galeri batik untuk tempat belajar dan memperkenalkan batik kepada masyarakat luas.

Pengrajin batik di Sarolangun.
Pengrajin batik di Sarolangun. (ist)

Tak hanya itu, ia berharap, agar budaya memakai batik harus dilakukan. Dengan kebijakan dari pemerintah untuk mendorong memperkenalkan batik Sarolangun dengan cara menerapkan pemakaian baju batik kepada semua instansi dan sekolah di hari tertentu.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved