Langkah Cepat Cegah Corona

Pelayanan Kantor Samsat Ditutup, Program Pemutihan Pajak di Jambi Terancam Tak Capai Target

Target pendapatan daerah Pemprov Jambi dari program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor tahun 2020 ini, kecil kemungkinan untuk mencapai target.

Pelayanan Kantor Samsat Ditutup, Program Pemutihan Pajak di Jambi Terancam Tak Capai Target
Tribunjambi/Zulkifli
Ratusan warga antre di Samsat Kota Jambi ikut program pemutihan pajak. 

Pelayanan Kantor Samsat Ditutup Sementara, Program Pemutihan Pajak di Jambi Terancam Tak Capai Target

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Target pendapatan daerah Pemprov Jambi dari program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor tahun 2020 ini, kecil kemungkinan untuk mencapai target.

Sebab, sejak Virus Covi-19 mewabah, pelayanan pembayaran pajak di Kantor Samsat se Provinsi Jambi ditutup sementara selama 14 hari. Mulai 19 Maret hingga 4 April 2020 mendatang.

Itu dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Provinsi Jambi.

Meski, para wajib pajak masih bisa melakuan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui online, namun angkanya tidak signifikan.

Cegah Covid-19 Menyebar, Seluruh Ruang Gedung DPRD Muarojambi Disemprot Cairan Disinfektan

Pegawai DPRD Muarojambi Diliburkan, Sekda Minta Pegawai yang Dampingi Dewan Kunker Isolasi Diri

Kapolres hingga Dewan Tanjabbar Apresiasi Penundaan Resepsi Pernikahan Warganya, Jempol!

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Jambi Agus Pirngadi saat diwawancarai Tribunjambi.com, Kamis (26/3/2020). Kata Agus, sejak dibuka sejak 6 Januari 2020, hingga hari ini, pendapatan dari program pemutihan belum mencapai 50 persen. Pemprov Jambi menargetkan Rp 120 miliar hingga 30 Juni 2020 mendatang.

"Tapi dengan kondisi seperti ini sepertinya tidak akan bisa tercapai, karena kawan-kawan turun ke lapangan sudah dibatasi sekarang untuk razia," kata Agus.

Agus menambahkan, meski masih bisa melakukan pembayaran pajak melalui online, namun masih terbatas. Sebab masih sangat sedikit warga yang mempunyai rekening Bank Jambi.

"Keterbatasan online kita itu, Samsat regional masih menggunakan Bank Jambi, bank lain terbatas," ungkap Agus.

Solusi lain yang kemungkinan akan diambil menurut Agus, yakni perpanjangan waktu pemutihan. "Selain itu kecenderungan masyarakat kita ini menunggu di detik-detik terakhir. Nanti kita lihat situasi dan kondisinya apakah kita perpanjang waktunya atau tidak," pungkasnya.

Ditanya mengenai lama penutupan pelayanan di Kantor Samsat Agus mengaku belum memastikan apakah diperpanjang atau tidak. "Kita lihat situasinya lah," tutupnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved