Kritik Pedas Penanganan Virus Corona hingga Sindir Prabowo dan Terawan, Haris Azhar: Agak Sakit Hati
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar menyampaikan kritik keras soal penanganan wabah virus corona oleh pemerintah.
TRIBUNJAMBI.COM - Kritik Pedas Penanganan virus corona, Singgung Prabowo Subianto dan Terawan Agus Putranto, Haris Azhar: Agak Sakit Hati
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar menyampaikan kritik keras soal penanganan wabah virus corona oleh pemerintah.
Dilansir TribunWow.com, Haris Azhar bahkan menyinggung nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Saat menghadiri acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (24/3/2020), Haris Azhar menyebut kondisi yang kini terjadi di Indonesia adalah buah dari tindakan pemerintah yang terlalu mengentengkan virus corona.
• Sudah Empat Tahun Ibunda Jokowi Derita Kanker, Kita Semua Sudah Berusaha
• Sempat Dilabrak Warga, Ria Ricis Ungkap Fakta Mengapa Tetap Lakukan Syuting, Akui Sudah Minta Izin
• PERAWAT Cantik Positif Virus Corona, di Luar Dugaan Melakukan Hal ini Malah Berakhir Pilu
• Anggota DPR Beli Alat Rapid Tes Sendiri Untuk Dipakai, Jokowi Sebut Sosok-sosok Ini yang Didahulukan
Pernyataan itu disampaikannya di hadapan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman.
Terkait hal itu, ia lantas menyinggung pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menangguhkan cicilan kredit hingga satu tahun akibat wabah virus corona.
"Tadi sore saya lihat pidato presiden soal, nanti mungkin juru bicara yang akan menjelaskan," ucap Haris.
"Tapi saya lihat udah ada penjelasan soal relaksasi kredit dan lain-lain."
Ia lantas menyinggung bantuan alat kesehatan dari China yang diterima langsung oleh Prabowo Subianto.
Menanggapi hal itu, Haris pun menyampaikan apresiasinya.
"Lalu juga nyambung sama beberapa hari lalu dengan gagah disambut oleh Prabowo, kapal dari China yang beli rapid test," ucap Haris.
"Akhirnya bagus memang, beli rapid test, terus ada restrukturisasi beberapa hal soal ekonomi."
Kondisi yang kini terjadi di Indonesia menurutnya merupakan hasil dari sikap pemerintah yang kerap menutupi informasi soal virus corona.
Ia lantas mengungkit wabah Corona yang terjadi di Wuhan, China pada 2019 lalu.
"Tapi menurut saya ini buah dari penutupan informasi dari pemerintah," kata Haris.