Longsor di Merangin
Alat Berat Belum Diturunkan, Warga Gunakan Cangkul untuk Buka Akses Jalan yang Terdampak Longsor
Rizky warga Koto Rami menyebut, saat ini hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas, itupun harus didorong oleh warga yang di lokasi.
Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Alat Berat Belum Diturunkan, Warga Gunakan Cangkul untuk Buka Akses Jalan yang Terdampak Longsor
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Hingga pagi ini (26/3/2020) longsoran tanah yang terjadi di ruas jalan di Desa Koto Rami belum dibersihkan.
Saat ini belum ada petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Merangin turun ke lapangan.
Untuk melancarkan arus lalu lintas, warga setempat terpaksa melakukan gotong royong dengan peralatan seadanya seperti cangkul.
Rizky warga Desa Koto Rami menyebut, saat ini hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas, itupun harus didorong oleh warga yang di lokasi.
• Cegah Virus Corona, Danrem 042 Gapu Terapkan Fisikal Distancing Kepada Anggota Saat Apel Pagi
• Hati-hati, Koto Rami Merangin Terkenal Rawan Longsor, Begini Kondisinya
• BREAKING NEWS Ternyata 122 Penumpang Kapal yang Turun di Pelabuhan Roro Bukan TKI
"Alhamdulillah motor sudah bisa lewat, tapi harus dibantu dorong. Kalau mobil belum bisa," kata Rizki.
Dia berharap agar pemerintah bisa menurunkan alat berat untuk menyingkirkan tanah longsor tersebut. ( longsor di Merangin )
"Harus pakai alat berat. Dak bisa pakai cangkul," imbuhnya.
(Tribunjambi.com/ Muzakkir)