Sekretaris DPRD Muarojambi Meninggal

Sekwan Muarojambi Meninggal, 33 Anggota DPRD Muarojambi yang Ikut Kunker Cemas

Beberapa anggota DPRD Muarojambi merasa cemas atas meninggalnya sekwan Dedi Susilo. Kematian Dedi dikhawatirkan berkaitan dengan Covid-19.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona atau Covid-19 

Sekwan Muarojambi Meninggal, 33 Anggota DPRD Muarojambi yang Ikut Kunker Cemas

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sebanyak 33 orang anggota DPRD Kabupaten Muarojambi beberapa waktu melakukan kunjungan kerja gabungan keluar daerah, beberapa anggota DPRD tersebut merasa cemas atas meninggalnya sekwan Dedi Susilo.

Dalam kunker tersebut tidak sedikit jumlah anggota yang diberangkatkan, 33 orang anggota DPRD dan 10 orang staf pendamping.

Heri Kasubid Humas sekretariat DPRD Muarojambi mengatakan total keseluruhan anggota serta staf DPRD yang melakukan kunker sebanyak 43 orang.

"Tujuan kunker tersebut ini membahas soal BPJS dan ketenagakerjaan," jelasnya.

Ia juga mengatakan dalam kunker tersebut terbagi dua tempat, 15 orang dewan dan didampingi 4 orang stafnya ke Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Kapal Tangker Pengangkut Minyak Hasil Illegal Drilling, Ternyata Diamankan Saat Menunggu Suplai

Besok, Bappeda Sarolangun Gelar Musrenbang RKPD 2020, Peserta Dibatasi dan Bakal Dicek Suhu Tubuh

VIDEO: Mobil Penyemprot Disinfektan Terguling di Dekat SMAN 2 Kota Jambi, Nyaris Menimpa Rumah Warga

Sementara 18 anggota dewan dan 6 orang staf pendamping lainnya kunker Kota Yogyakarta, Seleman, dan Bantul.

"Termasuk saya sendiri di Kota Tegal mendampingi pak ketua," kata Heri.

Heri juga menyebutkan Kunker dilakukan selama 5 hari sejak tanggal 16 hingga 20 Maret 2020,dan masing-masing tempat yang berbeda.

"Kami dan beberapa anggota dewan lainnya juga sedikit cemas dengan kejadian meninggalnya Sekwan tadi, tapi mudahan kejadian ini tidak ada hubungannya dengan Covid-19," jelasnya.

Ia juga menyatakan rombongannya setiba di bandara waktu itu, semua sempat mendapatkan penanganan medis cek kesehatan dan diisolasi di Bandara Sultan Thaha untuk antisipasi penularan Covid-19.

Sementara Yuli Setia Bakti Ketua DPRD Muarojambi juga berharap kepada beberapa anggotanya yang lakukan kunker waktu lalu, supaya menahan diri dan lakukan isolasi secara mandiri.

"Untuk menghindari dan antisipasi mewabahnya gejala Covid-19 lah," sebutnya.

Ia juga berharap pemerintah Provinsi Jambi bisa menyediakan alat rapid test pendeteksi Covid-19 untuk cek kesehatan anggota dewan dan masyarakat Muarojambi.

"Apalagi keadaan begini kita sangat cemas ya, kalau ada alat rapid test tersebut mungkin kami bisa cek kesehatan kami. Kalaupun ada alat tersebut secara berbayar tetap kami memerlukan," tutupnya.(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved