Malangnya Nasib Perawat RS Persahabatan Diusir dari Kost Dianggap Tulari Virus Corona, Kini Ngungsi

Perawat di Rumah Sakit Persahabatan ini mendapat perlakukan tidak menyenangkan usai melakuakn penanganan virus corona.

Editor: Tommy Kurniawan
ist
Ilustrasi Perawat 

TRIBUNJAMBI.COM - Malangnya Nasib Perawat RS Persahabatan Diusir dari Kost Karena Dianggap Tularkan Virus Corona, Kini Mengungsi

Ada cerita miris dialami tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Persahabatan rumah sakit rujukan nasional penanganan virus corona (COVID-19).

Perawat di Rumah Sakit Persahabatan ini mendapat perlakukan tidak menyenangkan usai melakuakn penanganan virus corona.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadhillah menjelaskan ada perawat dan tenaga kesehatan yang diusir dari tempat kostanya karena ditakutkan menularkan virus corona.

Kekhawatiran Jokowi Soal Skenario Terburuk Akibat Virus Corona: Harapan di Skenario Sedang

Pengakuan Tak Biasa Eks Pasien Penderita Virus Corona, Yuri: Ruang Isolasi Mirip Film Resident Evil

Pembelaan Raul Lemos Soal Krisdayanti Banjir Kritikan Karena pergi ke Eropa, Beri Klarifikasi Begini

Rocky Gerung Peringatkan Jokowi Bersiap Hadapi Kondisi Terburuk Virus Corona: Itu Sangat Berbahaya!

"Sejak tahu RS Persahabatn rujukan nasional COVID-19 walaupun perawat tidak menangani COVID-19, bukan bekerja di ruang isolasinya mereka diminta tidak kost disitu," kata Harif kepada Tribunnews.com, Selasa (24/3/2020).

Laporan terkait adanya perawat yang diusir dari kostannya itu diterima pihak Persatuan Perawat Nasional sejak Minggu, 2 Maret

Saat ini perawat yang diusir dari kostannya itu, sementara waktu terpaksa mengungsi di Rumah Sakit Persahabatan.

"Sehingga perawat dan dokter itu sekarang yang saya dapat informasinya dan sudah saya tanya kembali mereka sedang menginap di rumah sakit," ucap Harif.

Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Kota Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus.
Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. (TRIBUNNEWS)

Harif menyebutkan pihak rumah saki sedang berkoordinasi mencari tempat tinggal yang layak untuk perawat yang diusir.

"Sementara ini pihak rumah sakit sedang mencarikan tempat ya," ungkap Harif.

Selain dari lingkungan tempat tinggal, ada beberapa stigma negatif lainnya yang diterima perawat terkait COVID-19 seperti sulit mendapatkan perawatan maupun stigma negatif dari keluarga.

Namun Hanif mengatakan itu baru kabar mulut ke mulut saja, ia harus melakukan konfirmasi lebih detil lagi.

"Saya sedang konfirmasi misalnya perawat yang satu ruangan dengan perawat yang positif berobat ke rumah sakit lain, enggan diterima menerima jadi stigma dari tenaga kesehatan dan ada anak dan suami yang merasa khawatir tapi saya masih konfirrmasi tapi kalau rs persahabatan sudah betul ada," pungks Harif

Para staf di Rumah Sakit
Para staf di Rumah Sakit (AFP/HECTOR RETAMAL)

Hindari Stigma Negatif

Stigma negatif mulai bermunculan kepada perawat yang bertugas merawat pasien virus corona (COVID-19).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved