Dua Pasien Positif Corona Sumatera Utara Ini Tercatat Kontak dengan 205 Orang, Diminta Isolasi Diri

Jumlah itu diketahui dari hasil tracing atau penelusuran terhadap rekan-rekan dua pasien positif corona tersebut.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Shutterstock
Ilustrasi virus corona di Indonesia 

Dua Pasien Positif Corona Sumatera Utara Ini Tercatat Kontak dengan 205 Orang, Diminta Isolasi Diri

TRIBUNJAMBI.COM - Tercatat ada 205 orang yang kontak dengan dua pasien positif virus corona (Covid-19) yang kini dirawat di RSUP Haji Adam Malik.

Jumlah itu diketahui dari hasil tracing atau penelusuran terhadap rekan-rekan dua pasien positif corona tersebut.

Ke-205 orang tersebut kemudian diminta melakukan isolasi di rumah secara mandiri.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan dalam konferensi pers secara live streming di channel YouTube milik Humas Sumut pada Jumat (20/3/2020) sore.

Daftar Lengkap Pejabat yang Dinyatakan Positif Virus Corona dari berbagai Negara di Dunia

Mengenal Obat Avigan dan Klorokuin, Indonesia Siapkan 2 Juta dan 3 Juta Butir Anti Virus

Ia mengatakan, sebagaimana diketahui di Sumut sudah ada dua pasien positif Covid-19. Satu di antaranya sudah meninggal dunia.

Dijelaskannya, dari dua pasien positif Covid-19 itu, pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi atau tracing untuk mendapatkan kontak erat yang pernah kontak dengan kedua pasien positif Covid-19.

Dengan demikian, lanjut dia, diharapkan bisa memutus rantai penularan virus corona.

"Pada saat ini kita sudah mendapatkan 205 orang yang kita isolasi di rumah secara mandiri. Kami berharap 205 orang ini akan melaksanakannya serius untuk memutus rantai penularan. Kalau tidak ini akan menjadi lebih ramai lagi yang akan kita hadapi," katanya.

Baca: Waspada Virus Corona, Navicula Gelar Live Streaming Konser di Youtube

Menurutnya, dari dua pasien positif Covid-19, dalam dua minggu ke depan Sumut masih akan mengalami peningkatan jumlah PDP corona.

Oleh karena itu, lanjut dia, harus lebih serius memutus rantai penularan dengan cara melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mendapatkan orang dalam pemantauan (ODP).

"Dan kemudian seluruh rekan yang pernah atau sedang atau beberapa hari yang lalu berkunjung ke daerah terjangkit, silakan melapor ke kita atau ke layanan kesehatan terdekat untuk dicatatkan dan kami awasi untuk masih dalam ODP," katanya.

Alwi menegaskan, dengan melapor, maka dapat berkontribusi dalam memutus rantai penularan ini.

Cara Dapat Kuota Internet 30 GB Telkomsel Gratis dan XL Axiata, Cocok untuk Siswa Belajar di Rumah

Ternyata Segini Biaya yang Harus Dikeluarkan untuk Tes Covid-19 Mandiri, Capai Jutaan Rupiah?

"Kalau tidak kita tidak bisa memutus ini, kita akan mendapat ledakan lagi yang lebih dahsyat, akan dapatkan PDP yang lebih banyak lagi dan kemungkinan positif yang lebih banyak lagi dan ini tidak kita inginkan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved