Sniper Andalan Ini Ngaku Pandangannya Kabur Kala Tembak Soekarno Saat Sholat Idul Adha: Jadi Ngawur!
Kala itu, seorang penembak jitu Sanusi akan menembak Soekarno dalam jarak dekat ketika dirinya Sholat Idul Adha.
TRIBUNJAMBI.COM - Sniper Andalan Ini Ngaku Pandangannya Kabur Saat Tembak Soekarno Saat Sholat Idul Adha: Jadi Ngawur!
Ancaman pembunuhan bagi tokoh pemerintah, menurut catatan sejarah sangat kerap terjadi.
Presiden Soekarno pun juga berkali-kali mengalami ancaman ini.
Kala itu, seorang penembak jitu Sanusi akan menembak Soekarno dalam jarak dekat ketika dirinya Sholat Idul Adha.
Tetapi, entah mengapa pandangan si penembak tiba-tiba kabur.
• Prabowo Minta TNI Angkut Masker dari China, Jokowi Perintahkan Beri Dukungan Anggaran
• Psikolog Tanggapi Seruan Presiden Jokowi Untuk Social Distancing
• Kesaksian Pasien Sembuh Covid-19, Dokter Tak Takut Duduk di Samping Saya
• Kasus Virus Corona di China Turun, Tapi Kasus Perceraian Alami Peningkatan Drastis
Bukan hanya itu, bayangan Soekarno berpindah-pindah, membuat tembakan itu selalu gagal.
Terungkap jawaban dari sebuah misteri atas pertanyaan tersebut.
Melihat catatan sejarah puluhan tahun silam, upaya penyerangan terhadap tokoh-tokoh pemerintahan kerap terjadi.
Bahkan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno berkali-kali menjadi target pembunuhan.
Namun penyerangan terhadap Sang Putra Fajar berkali-kali pula gagal.
Salah satu upaya pembunuhan itu saat Soekarno melaksanakan sholat Idul Adha.
Dalam buku Soekarno Poenja Tjerita terbitan Bentang tahun 2016, penyerangan itu terjadi pada 14 Mei 1962.
Kala itu Sanusi diperintah Kartosoewiryo yang merupakan pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) untuk membunuh Soekarno.
Kartosoewiryo sendiri sebenarnya adalah teman Soekarno saat masih kos di Gang Peneleh, Surabaya.
Mendapat perintah, Sanusi menunggu momen yang tepat untuk melaksanakannya.
Dia memilih momen Idul Adha karena diketahui penjagaan Istana tidak begitu ketat.