Virus Corona
Kasus Virus Corona di China Turun, Tapi Kasus Perceraian Alami Peningkatan Drastis
Saat kasus Covid-19 di China terus mengalami penurunan, justru angka perceraian justru mengalami peningkatan.
TRIBUNJAMBI.COM- Saat kasus Covid-19 di China terus mengalami penurunan, justru angka perceraian justru mengalami peningkatan.
Melansir globaltimes.cn, Sabtu (7/3/2020), sebuah kota di China telah mencapai puncak perceraian sebagai akibat dari Covid-19.

Di tengah upaya pengendalian Covid-19, kantor pendaftaran perkawinan mengadopsi sistem penunjukan pada 1 Maret.
"Kami mulai menerima beberapa janji telepon pada 2 Maret, dan lebih banyak janji (perceraian) dibuat pada hari-hari mendatang," seorang pejabat bernama Wang dari kantor pendaftaran di distrik Beilin, Xi'an, kepada wartawan.
Pada tanggal 5 Maret, kantor menerima 14 janji perceraian.
Jumlah tersebut mencapai batas atas yang ditentukan oleh kantor.
Wang mengatakan bahwa perjanjian perceraian juga mencapai batas atas pada 4 Maret.
"Sebagai akibat dari epidemi, banyak pasangan menetap di rumah selama lebih dari sebulan, itu menimbulkan konflik yang mendasarinya (perceraian). Tambahannya, bahwa kantor tersebut telah ditutup selama sebulan, oleh karena itu kantor telah melihat jumlah perceraian yang meningkat tajam, "kata Wang.
"Biasanya kantor akan melihat gelombang perceraian setelah Festival Musim Semi dan ujian masuk perguruan tinggi," tambahnya.
Situasi serupa juga terjadi di kantor pendaftaran pernikahan lain di distrik Yanta di kota itu, yang batas layanannya adalah lima janji untuk bercerai.
Seorang pejabat kantor yang bermarga Han mengkonfirmasi bahwa kantor tersebut juga sedang mengalami puncak perceraian. "Tidak ada kekosongan untuk janji cerai sampai 18 Maret."
Han mengatakan karena lama tinggal di rumah, konflik yang mendasari perceraian mungkin muncul dan mengakibatkan perceraian yang impulsif.
"Kami menerima beberapa janji cerai dan mereka kemudian menyesalinya," kata Han.
Wang mengatakan beberapa pasangan muda bahkan memutuskan untuk menikah lagi ketika sertifikat perceraian mereka dicetak.
Han menyarankan pasangan untuk serius dan bijaksana terhadap pernikahan mereka dan menghindari penyesalan yang didasarkan pada pengambilan keputusan impulsif.