Pertarungan IP Man vs Polisi di Masa Lalu, Akhirnya Bertemu Pria yang Ternyata Kakek Gurunya 1909
Saking terkenalnya, kisah tentang Ip Man dibuat film, yang terbaru IP Man 4: The Final yang tayang perdana di Indonesia kemarin.
Setelah kejadian itu, Ip Man melanjutkan latihan Wing Chun dengan berguru kepada Leung Bik.
Kembali ke Foshan
Pada usia 24 tahun, Ip Man kembali ke Foshan dengan keahlian wing chun yang tinggi.
Di Foshan, dia menjadi seorang pengusaha.
Menariknya, di sana Ip Man tidak menjalankan perguruan wing chun secara formal, tetapi mengajar beberapa bawahan, teman dan relasinya.
Kwok Fu dan Lun Kai merupakan dua murid pertama Ip Man yang kemudian juga mengajarkan wing chun.
Kini, seni bela diri wing chun di Foshan dan wilayah Guandong, sebagian besar berasal dari kedua murid ini.
Usia Ip Man semakin tua, namun tetap berlatih.
Pada 1972, dia menderita kanker.

Ip Man meninggal dunia pada 2 Desember 1972.
Sekira enam bulan sebelum dia meninggal, Ip Man berpesan kepada kedua puteranya dan muridnya Lau Hon Lam untuk membuat rekaman video aksi Wing Chun yang diperagakannya.
Dia memperagakan Sil Lim Tau, Chum Kiu dan "Muk Ren Zhong" atau "The Dummy form".
Sebenarnya Ip Man ingin memperagakan Biu Gee, bentuk latihan dengan menggunakan pisau dan galah panjang. Akan tetapi Ip Chun, Ip Ching dan Lau Hong Lam melarangnya karena Biu Gee memerlukan energi yang besar untuk diperagakan.
Hal ini disebabkan rasa sakit yang dideritanya dan lemahnya dan ketidakstabilan kaki karena penyakit kanker.
Ip Man mempunyai banyak murid dan khawatir mereka akan mengadopsi sistem Wing Chun yang salah, alasan itulah yang membuat Ip Man memfilmkan peragaan Wing Chun.