Putusan Kasus Asrama Haji Jambi

Divonis 70 Bulan Penjara, Mantan Kakanwil Kemenag Jambi Disebut Terima Rp 1,075 Miliar

Divonis 70 Bulan Penjara, Mantan Kakanwil Kemenag Jambi Thahir Rahman Disebut Terima Rp1,075 Miliar

Tribunjambi/Dedy Nurdin
M Thahir Rahman, saat mendengarkan majelis hakim membacakan putusan atas kasus korupsi revitalisasi dan pengembangan Asrama Haji Jambi tahun 2016 di Pegadilan Tipikor Jambi, Selasa (17/3/2020). 

Divonis 70 Bulan Penjara, Mantan Kakanwil Kemenag Jambi Thahir Rahman Disebut Terima Rp1,075 Miliar

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengadilan Tipikor Jambi menyatakan terdakwa M Thahir Rahman, dinyatakan bersalah pada persidangan Selasa (17/3/2020). 

Terdakwa yang juga mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi tersebut divonis penjara selama lima tahun dan 10 bulan atau selama 70 bulan, serta denda Rp 500 juta subsidair empat bulan kurungan.

Thahir Rahman dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 11,7 miliar.

Sebagai mana dalam dakwaan Subsidair melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Investor Proyek Asrama Haji Divonis 6,5 Tahun Penjara dan Denda Rp 3,750 Miliar

Jaga Dirimu dan Karantina, Pesan Pebasket NBA, Kevin Durant yang Dinyatakan Positif Virus Corona

Update Rabu Pagi Jumlah Pasien Positif 172 Orang, Sembuh 9 Orang, Meninggal 7 Orang

Pada bagian pertimbangan, majelis hakim menyebut bahwa dalam fakta persidangan M Thahir menerima sejumlah uang yang besarnya mencapai Rp 1,075 miliar.

Uang itu diberikan oleh terdakwa Johan Arifin Muba dan Mulyadi dari pihak PT Guna Karya Nusantara (GKN) selaku pemenang lelang. Yang dititipkan melalui Tendrisyah, dengan alasan untuk memuluskan proyek tersebut.

Majelia hakim meyakini pada fakta persidangan adanya pembahasan kesepakatan bersama terlebih dahulu sebelum proyek dimulai.

Terdakwa selaku kuasa pengguna anggaran memerintahkan Eko sebagai ketua Pokja untuk membantu memenangkan PT GKN pada proses lelang yang diikuti 60 peserta.

Tiga terdakwa perkara korupsi revitalisasi asrama haji, Tahir Rahman, Johan dan Mulyadi ajukan eksepsi, pada Selasa (12/11).
Tiga terdakwa perkara korupsi revitalisasi asrama haji, Tahir Rahman, Johan dan Mulyadi ajukan eksepsi, pada Selasa (12/11). (Tribunjambi/Jaka HB)

"Menimbang bahwa perbuatan terdakwa haruslah dijatuhi pidana uang pengganti senilai yang diterima yakni 1,075 miliar rupiah," sebut hakim Amir Azwan membacakan poin pertimbangan putusan.

Pada pertimbangan hakim yang menjadi hal yang memberatkan adalah terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah memberantas tindak pidana korupsi. Serta tidak memberi tauladan sebagai aparatur negara pada bawahannya.

"Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan dipengadilan dan terdakwa masih memiliki tanggungan keluarga," ucap majelis hakim.

Atas putusan majelis hakim, terdakwa M Thahir menyatakan fikir-fikir untuk menerima atau melakukan upaya hukum banding, "fikir-fikir dulu yang mulia," kata M Thahir Rahman.

Divonis 70 Bulan Penjara, Mantan Kakanwil Kemenag Jambi Thahir Rahman Disebut Terima Rp1,075 Miliar  (Tribunjambi.com/Dedy Nudin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved