Berita Tanjab Timur

Warga Nipah Panjang Heboh dengan Kemunculan Buaya di Aliran Sungai

Sebab, saluran air tersebut satu-satunya aliran yang menuju lokasi pertanian yang terdapat lima kelompok tani...

Tribunjambi/Abdullah Usman
Postingan di Facebook heboh kemunculan buaya di alirang sungai 

Warga Nipah Panjang Heboh dengan Kemunculan Buaya di Aliran Sungai

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Beberapa hari terakhir warga Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) resah dengan kerap munculnya buaya di aliran sungai sekitar pemukiman warga. 

Keresahan warga tersebut disampaikan melalui postingan sebuah akun Facebook milik warga Simpang Datuk.

Dimana dalam postingan tersebut terlihat seekor buaya dewasa tengah berenang di salah satu aliran sungai.

Akun Facebook milik Ambo Irik, dalam postingannya mengatakan bahwa salah satu penyebab membuat Kelompok Tani Usaha Bersama Desa Simpang Datuk enggan membersihkan aliran air menuju ke lokasi pertanian, karena buaya sering muncul di sungai.

Untuk itu, Ia berharap pihak dinas terkait agar bisa mencarikan jalan keluarnya.

Sebab, saluran air tersebut satu-satunya aliran yang menuju lokasi pertanian yang terdapat lima kelompok tani.

Menurutnya, ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Pasalnya, sebentar lagi akan masuk musim tanam Gertak Tanpa Dusta yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Tanjabtim.

TMMD Dimulai, Satgas Kodim 0416/Bute Bangun Rumah Nenek Sarilah 

Beredar Isu Ada Pasien Diduga Corona di Batanghari, Ini Penjelasan Kadinkes.

Pengobatan Alternatif Milik Ningsih Tinampi di Pasuruan Ditutup, Ada Apa?

"Petani menemukan buaya mengambang di area pengairan lokasi pertanian di klpk tani usaha bersama Desa Simpang datuk, inilah salah satu alasan kenapa petani enggan untuk membersihkan aliran air yg menuju ke lokasi pertanian. Kami mohon agar dinas terkait mencari jalan keluarnya, karena saluran air itu satu satunya, aliran yang menuju keokasi pertanian utk 5 kelompok tani," ujarnya dalam postingan status.

"Ini harus menjadi pemikiran kita bersama dikarenakan, akan memasuki musim tanam gertak tanpa dusta, salah satu program Pemkab Tanjabtim yang sama2 kita bangga kan dan kita cintai, terima kasih," tambahnya.

Sementara itu, Camat Nipah Panjang, Helmi ketika dikonfirmasi terkait kelurahan petani Simpang Datuk mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan BKSDA dan pihak terkait lainnya bagaimana solusinya.

"Saya mengimbau, untuk sementara masyarakat atau petani untuk tidak mendekati sungai dulu, jika memang kondisi sungai dalam keadaan berbahaya," singkat Helmi melalui sambungan telepon, Selasa (17/3/2020).

(Tribunjambi.com/ Abdullah Usman)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved