Berita Batanghari

Beredar Isu Ada Pasien Diduga Corona di Batanghari, Ini Penjelasan Kadinkes.

Kemudian, jika memang selama 14 hari orang tersebut memiliki gejala seperti penyakit Corona, yakni batuk, sakit tenggorokan, dan memiliki demam...

Tribunjambi/Fadly
Kadinkes Batanghari, Elvi Yennie 

Beredar Isu Ada Pasien Diduga Corona di Batanghari, Ini Penjelasan Kadinkes.

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Di Kabupaten Batanghari, beredar kabar bahwa terdapat seorang pasien yang diduga terkena Virus Corona. Bahkan isu tersebut telah viral di Batanghari dan sekitarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batanghari, Elvi Yennie membantah isu tersebut.

"Yang benar adalah saat ini kita masih melakukan pemantauan terhadap pasien-pasien yang memiliki gejala hampir sama dengan Corona," jelasnya, Selasa (17/3/2020).

Ada istilah, lanjut Elvi, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Ini yang perlu kita ketahui bersama, jika seseorang yang baru pulang dari daerah terjangkit, bisa kita masukan ke dalam kategori ODP. Dan misalkan orang tersebut pulang dari daerah terjangkit tetapi tidak ada keluhan penyakit apapun, orang ini wajib mengisolasi dirinya sendiri selama 14 hari," jelasnya.

Kemudian, jika memang selama 14 hari orang tersebut memiliki gejala seperti penyakit Corona, yakni batuk, sakit tenggorokan, dan memiliki demam, maka orang tersebut masuk kedalam kategori PDP.

Pasien Suspect Corona di Kudus Kabur, Petugas Mencari Hingga Demak, Hasilnya?

TMMD Dimulai, Satgas Kodim 0416/Bute Bangun Rumah Nenek Sarilah 

Antisipasi Virus Corona, Kawasan Percandian Muarojambi Ditutup Sementara

"Dan kita akan segera menindaklanjuti pasien ini, terlebih jika memang pasien ini mempunyai riwayat habis berpergian dari daerah terjangkit," ucapnya.

Setelah ditindak lanjuti, maka pihak rumah sakit mengirimkan sampel darah ke RSUD Raden Mattaher.

"Karena kalau di Jambi, untuk pemeriksaan pasien terjangkit Corona hanya di RSUD Raden Mattaher. Setelah sampel dikirim, barulah kita dapat mengetahui bahwa apakah pasien itu positif atau tidak terjangkit," jelasnya.

Untuk itu, jika memang ada isu yang beredar jangan langsung di klaim bahwa pasien tersebut terkena Corona.

"Cermati terlebih dahulu. Yang mengeluarkan statmen positif atau tidaknya itu dari Dinkes. Dan jangan membuat panik masyarakat dengan menyebarkan isu-isu yang belum jelas," pungkasnya.

(Tribunjambi.com/ Fadly)

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved