Virus Corona
Pasien Suspect Corona di Kudus Kabur, Petugas Mencari Hingga Demak, Hasilnya?
Seorang pasien auspect corona di Kudus melarikan diri, hal ini membuat petugas bergerak cepat lakukan pencarian.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK) menelusuri rumah pasien suspect corona kabur tersebut.
• TMMD Dimulai, Satgas Kodim 0416/Bute Bangun Rumah Nenek Sarilah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto mengatakan, telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Demak untuk mencari keberadaan pasien tersebut, karena merupakan warga Kabupaten Demak.
• BBTNKS Tutup Jalur Pendakian Gunung Kerinci & Objek Wisata Alam Lainnya, Antisipasi Virus Corona
"Ya, ini kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Demak untuk menjemput pasien.
• Daftar Film Idris Elba Lengkap sejak 1999 s/d Sekarang, Aktor Film yang Positif Virus Corona
Menurutnya, selama belum diperbolehkan pulang maka pasien tidak bisa mengambil keputusannya sendiri.
Sehingga sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, pasien harus diperiksa lebih lanjut ke RSUD Dr Loekmonohadi Kudus.
• Sinopsis Film Now You See Me di Bioskop Trans TV Malam Ini Pukul 21.00 WIB
"Harus dipastikan dulu, apakah pasien itu positif atau tidak," jelas dia.
Pasalnya, gejala yang dialami pasien itu mirip sekali dengan gejala virus corona yakni batuk disertai demam.
"Memang gejalanya ada kecenderungan ke arah sana," ujarnya.
Sebelumnya, pasien memeriksakan diri ke RS Mardi Rahayu dan memiliki gejala tersebut.
Namun karena pasien tidak mau dirujuk, selanjutnya memilih untuk pulang.
Juru Bicara RS Mardi Rahayu, dr Yuliana Wara mengatakan, telah menerima pasien tersebut di ruang instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 19.00, Minggu (15/3/2020).
"Setelah dijelaskan bahwa diduga (suspek) COVID-19 dan perlu dirujuk ke Ruang Isolasi RSUD dr Loekmonohadi Kudus, pasien menolak.
Dia memaksa meninggalkan rumah sakit," ujarnya.
Informasi identitas pasien sudah dilaporkan ke Satgas COVID-19 Kudus.
Tujuannya agar dapat segera ditindaklanjuti bersama aparat pemerintah setempat.
Apalagi kondisi pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan 14 hari sebelumnya berangkat umroh dan ke Australia.
"Kami harapkan pasien bisa mematuhi arahan petugas kesehatan.
Baik bila disarankan untuk mengisolasi diri di rumah atau diisolasi di rumah sakit.
Supaya meminimalkan potensi penularan ke lebih banyak orang lain," ujar dia. (raf)