Keunikan Gigi Freddie Mercury dan Suara Vokalis Queen yang Bisa Empat Oktaf, Jumlahnya Beda
Setelah tumbuh di Zanzibar dan kemudian India, keluarganya pindah ke Middlesex, Inggris, di akhir masa remajanya.
Orang tua Freddie merupakan Parsi yang berasal dari wilayah Gujarat yang pada saat itu berada di bawah kekuasaan Presidensi Bombay di British India.
Mereka pindah kembali ke Zanzibar agar Bomi bisa melanjutkan pekerjaanya sebagai kasir di Kantor Koloni Inggris.
Dia terlahir sebagai warga negara Inggris sampai kematiannya.
Sebagai Parsi, keluarga Bulsara menganut agama Zoroastrian.
• Ukuran Tubuh Farah Quinn yang Menipu Pandangan, Ternyata Segini Bila Dibandingkan Paris Hilton
• Kondisi Terkini Farah Quinn setelah 5 Tahun Pisah dengan Carson Quinn, Penampilan Makin Segar
Mercury mempunyai seorang adik perempuan bernama Kashmira.
Mercury terlahir dengan empat gigi seri, yang mana dia menghubungkan jangkauan vokalnya yang meningkat.
Mercury menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di India dan mulai mengambil kelas piano di usia tujuh tahun.
Pada 1954, di usia delapan tahun, Mercury dikirim untuk belajar ke St. Peter's School, sebuah sekolah asrama anak laki-laki bergaya-Inggris, di Panchgani dekat Bombay.
Pada usia 12 tahun, dia membentuk sebuah band sekolah, the Hectics, dan mengcover artis-artis rock and roll seperti Cliff Richard dan Little Richard.
Salah satu teman mantan band Mercury dari Hectics pernah berkata "satu-satunya musik yang Mercury dengarkan, dan mainkan, adalah musik pop Barat."
Seorang teman di waktu ini mengingat bahwa Mercury memiliki "kemampuan luar biasa untuk mendengarkan radio dan memutar ulang apa yang didengarnya di piano".
Juga di St. Peter's Mercury mulai memanggil dirinya sendiri "Freddie". Dia juga memasuki St. Mary's School, Mumbai.
Pada Februari 1963, dia pindah kembali ke Zanzibar dan tinggal bersama orang tuanya kembali di sebuah apartemen kecil.
Terjadi pembunuhan massal
Pada 1964, Freddie Mercury dan keluarganya meninggalkan Zanzibar untuk melarikan diri dari Revolusi Zanzibar. Saat itu, ribuan orang Arab dan India dibunuh.