Santi Menangis di Persidangan, Suaminya Dibunuh Saudaranya Karena Celana Levis

Istri korban pembunuhan akibat pertengkaran celana levis dihadirkan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (10/3/2020).

Tribunjambi/Dedy Nurdin
Santi Istri korban pembunuhan (baju kuning) menangis saat bersaksi dipengadilan negeri Jambi, Selasa (10/3/2020). 

Santi Menangis di Persidangan, Suaminya Dibunuh Saudaranya Karena Celana Levis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Istri korban pembunuhan akibat pertengkaran celana levis dihadirkan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (10/3/2020).

Di persidangan itu ia dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara. Santi menangis selama bersaksi bersama empat orang lainnya.

Santi mengaku saat kejadian pembunuhan terhadap suaminya ia sedang tak berada di rumah. Dan sedang berbelanja, sementara suaminya Rahmad Dani sedang di rumah orang tuanya di Rt 05 Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi.

Erick Thohir Jadi Capres 2024 Sesuai Dukungan IMF, Roy Suryo Beri Tanggapan Keras: Ambyar!

Kronologi Penangkapan 4 Bandar Narkoba di Tungkal, Permainan Pelaku Sangat Rapi

Bak Film Action, 15 Anggota Polisi Ini Kepung WNA Jahat, Dilumpuhkan Setelah Mobilnya Tergelincir

Namun tak disangka saat pulang ia menemukan suaminya sudah terbujur kaku ditutupi kain. Ia juga awalnya tak mengira jika Arif Suditama yang merupakan teman akrab suaminya dan masih kerabat itu tega melakukannya.

"Waktu itu lagi pergi, dikabarin sama tetangga. Pas pulang taunya suami sudah ditutup pakai kain kafan," katanya memberi kesaksian di persidangan.

Santi juga menyayangkan sampai saat ini sudah lima bulan berlalu tak ada itikad baik dari pihak keluarga terdakwa untuk meminta maaf.

"Ada pernah didatangi untuk minta maaf dari keluarga?," tanya ketua majelis hakim Arfan Yani kepada saksi Santi.

"Belum ada yang mulia, anak saya juga belum pernah mereka lihat," katanya.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada tanggal 2 Oktober 2019 lalu. Pelaku yakni Arif Suditama datang ke rumah orang tua korban untuk meminta celana levis.

Namun saat celana dikembalikan, pelaku sempat tersinggung dengan ucapan korban. Arif kemudian pulang mengambil pisau rumahnya yang hanya berjarak dua rumah kemudian kembali mendatangi korban.

Melihat Arif datang membawa pisau, korban lantas ke dapur mengambil pisau. Rahmad Dani pun tewas dalam perkelahian itu saat dalam perjalanan menuju rumahsakit di Olak Kemang.

Ditubuh korban terdapat sejumlah luka. Pasca kejadian, Arif sempat menghilang. Empat hari kemudian ia ditanggap aparat kepolisian Polresta Jambi.

Parno Virus Corona, Pesawat ini Langsung Alihkan Penerbangannya Saat Ada Penumpang Bersin dan Batuk

BEI Implementasikan Perubahan Batasan Auto Rejection Perdagangan Saham

Susi Indriani selaku jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jambi dalam dakwaannya mendakwa Arif Suditama dengan tiga pasal.

Yakni ancaman pidana dalam Pasal340 KUHP, Atau pada dakwaan kedua sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal338KUHP atau ketiga Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351ayat (3) KUHP. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved