Berita Bulutangkis

Inilah Sosok Raja Smash Indonesia dan Dewa Bulutangkis Indonesia, Liem Swie King vs Rudy Hartono

Inilah Sosok Raja Smash Indonesia dan Dewa Bulutangkis Indonesia, Liem Swie King vs Rudy Hartono

Kolase/Pinterest
Sejarah Liem Swie King dan Rudy Hartono 

Inilah Sosok Raja Smash Indonesia dan Dewa Bulutangkis Indonesia, Liem Swie King vs Rudy Hartono

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia pernah dianggap sebagai negara 'pencipta' pebulutangkis hebat di dunia. Bahkan raja dan dewa bulutangkis itu berasal dari Indonesia.

Raja smash itu bernama Liem Swie King, sedangkan Dewa Bulutangkis Indonesia itu bernama Rudy Hartono.

Keduanya merupakan legenda bulutangkis Indonesia yang masih dikenang hingga sekarang.

Dikutip Tribunjambi.com dari tionghoa info, Liem Swie King merupakan pebulutangkis dengan smash terkuat di dunia kala itu.

Misteri Laga Rudy Hartono Vs Liem Swie King di Final All England 1976, Bungkam dan Jadi Kontroversi

Rektor UNJA Launching Aplikasi Papperless Office, SIMPEG, Website dan Dashbord Kinerja

Pemprov Jambi Tunggu Surat Resmi KASN Terkait Pengangkatan Kembali 6 Pejabat yang Dicopot

Awalnya Liem Swie King menjadi buah bibir masyarakat ketika dia mampu menang melawan Rudi Hartono di Final All England pada tahun 1976.

Ketika itu usianya masih 20 tahun. Mulai saat itu, Liem Swie King menjadi pewaris kejayaan sang legendaris Rudi Hartono di ajang All England, yang memenangkan turnamen badminton tertua itu 7x berturut-turut, mulai 1968 s/d 1974, plus 1 lagi di tahun 1976 (peraih gelar terbanyak All England, 8x).

Profil Liem Swie King (Raja Smash Indonesia)

Liem Swie King bermain bulu tangkis sejak usia 10 tahun.

Beliau pernah berkata awalnya bermain bulu tangkis hanya sekedar hobi, karena di keluarganya banyak yang bermain bulu tangkis.

Liem Swie King
Liem Swie King (Reddit)

Ia sempat ragu saat usianya telah menginjak 18 tahun. Ketika usia-usia kritis itu, dia menjadi ragu, antara mau meneruskan sekolah ke jenjang perkuliahan, atau banting setir ke dunia bulu tangkis.

Karena di jaman itu, untuk menjadi pemain bulutangkis tidak bisa setengah-setengah.

Jika Anda baru mulai berlatih serius usai tamat kuliah (22+), artinya Anda telah melewatkan usia emas.

Di usia tersebut, tubuh Anda tidak akan selentur masa remaja, dan mungkin tidak lagi bisa diperbaiki.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved