Berita Bulutangkis

Misteri Laga Rudy Hartono Vs Liem Swie King di Final All England 1976, Bungkam dan Jadi Kontroversi

Misteri Laga Rudy Hartono vs Liem Swie King di Final All England 1976, Bungkam dan Jadi Kontroversi

Kolase/Badmintontalk
Liem Swie King dan Rudy Hartono 

Misteri Laga Rudy Hartono vs Liem Swie King di Final All England 1976, Bungkam dan Jadi Kontroversi

TRIBUNJAMBI.COM - Pekan depan akan berlangsung kompetisi All England 2020 yang terselenggara pekan depan, tepatnya pada 11-15 Maret 2020, membuat ingatan sejarah bulutangkis dunia menguap kembali.

Tahun lalu, dunia bulutangkis dibuat takjub dengan kecemerlangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang berhasil merebut kemenangan ajang tertua di dunia kedua kalinya.

Padahal mata dunia sedang tertuju pada ganda putra nomor satu, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang menjadi juara bertahan All England tahun 2017 dan 2018.

Kemenangan kedua dari gelaran All England 2019 dipersembahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk Indonesia pada Minggu (10/3/2019) malam.
Kemenangan kedua dari gelaran All England 2019 dipersembahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk Indonesia pada Minggu (10/3/2019) malam. (www.bolasport.com)

Ulang Tahun ke-50, Gramedia Donasikan Buku ke Sekolah, Serentak Seluruh Indonesia

Pemprov Jambi Gandeng Perusahaan untuk Revitalisasi Kebun Binatang Taman Rimba

Momen tersebut hanyalah sebagian kecil dari kisah bulutangkis Indonesia di citra dunia.

Jauh sebelumnya, ada pertandingan fenomenal yang terjadi pada laga final All England 1976.

Pertandingan tunggal putra sesama Indonesia di final All England pada 1976 tersebut masih menyimpan misteri besar bagi para pecinta bulutangkis Tanah Air.

Partai puncak All Indonesian Final yang mempertemukan dua legenda, Rudy Hartono kontra Liem Swie King, menimbulkan banyak tanda tanya.

Sedang dalam performa terbaiknya Liem Swie King justru meleset dari dugaan lantaran kalah dengan mudah dari Rudy Hartono dengan skor 7-15 dan 5-15.

Dalam dua set langsung dan dengan selisih skor yang lebar membuat dunia bulutangkis sangsi.

Kontroversi tentang partai final tersebut juga mendapat porsi istimewa di buku "Panggil Aku King" yang ditulis Robert Adhi KSP.

Cover Panggil Aku King
Cover Panggil Aku King (istimewa)

Miliki Jiwa Kestaria, Ahmad Dhani Tak Ciut Meskipun Dikeroyok 11 Orang, Begini Kisahnya!

VIDEO: VIRAL Driver Ojol Pakai Masker Anti-Nuklir Karena Virus Corona

Pada cover belakang bulu itu tercantum pertanyaan tentang final kontroversial itu.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved