Masalahan CSR Tambang Batu Bara di Batanghari Jadi Sorotan Kajari

Kajari Batanghari, Dedy Priyo Handoyo, tahun ini menyoroti berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Batanghari.

Masalahan CSR Tambang Batu Bara di Batanghari Jadi Sorotan Kajari
net
Ilustrasi 

Masalahan CSR Tambang Batu Bara di Batanghari Jadi Sorotan Kajari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kajari Batanghari, Dedy Priyo Handoyo, tahun ini menyoroti berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Batanghari.

Satu di antaranya yakni Corporate Social Responbility (CSR) dari perusahaan-perusahaan tambang batu bara yang ada di Kabupaten Batanghari.

Ia meminta kepada perusahaan-perusahaan tambang batu bara untuk ikut membantu pembangunan di Kabupaten Batanghari melalui dana CSR untuk masyarakat desa setempat.

"Ini yang kami soroti saat ini. Satu contoh semisal ada sekolah yang kondisi bangunannya sudah tidak layak. Jika pemerintah berencana untuk memperbaiki pada tahun selanjutnya, alangkah baiknya bisa dibantu menggunakan dana CSR tadi," katanya kepada wartawan, Rabu (26/2).

Ini Penyebab Ratusan Peserta CPNS Batanghari Tak Lulus Tes SKD

Tangis Kapolresta Balikpapan Pecah, 6 Anak Jadi Yatim Piatu Dalam Sekejap

Cegah Karhutla, Kapolres Tanjab Barat Dukung Pembuatan Sekat Kanal dan Embung

Dedy juga menyebut, perusahaan-perusahaan memang punya kewajiban melalui dana CSR untuk ikut membantu pemda dan warga sekitar.

"Dan dari CSR itu juga untuk mendorong peningkatan PAD," ujarnya.

Disamping itu, pihaknya juga memonitor pembangunan di desa-desa. Dari hasil penyelidikan mereka, banyak desa-desa yang mengklaim atau mengakuisisi pembangunan yang menggunakan dana CSR perusahaan menjadi pembangunan tersebut menggunakan Dana Desa.

"Banyak yang seperti. Semisal ada pembangunan gedung yang pakai dana perusahaan malah dipasang plang bahwa itu pembangunan menggunakan Dana Desa," bebernya.

Ia mengingatkan, agar para kades dan pejabat desa benar-benar mengunakan Dana Desa sesuai prosedur dan transparan. Agar masyakarat mengetahui sumber dana, besaran anggaran dan apa yang akan dibangun.

"Dana Desa yang sampai di pemdes jangan sampai terjadi penyimpangan. Dan kades jangan menyimpangi seolah-olah Dana Desa itu adalah duit sendiri," jelasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved