Breaking News:

Juarai Lomba ISPO Tingkat Nasional, Dua Siswa Asal Sarolangun Bakal Wakili Indonesia di Rumania

Dua siswa dari SMAN 7 Sarolangun, Jambi berhasil raih medali emas dengan menjuarai Olimpiade Indonesian Science Project Olympiade.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Dua siswa dari SMAN 7 Sarolangun, Jambi berhasil raih medali emas dengan menjuarai Olimpiade Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) tingkat nasional. 

Juarai Lomba ISPO Tingkat Nasional, Dua Siswa Asal Sarolangun Bakal Wakili Indonesia di Rumania

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Dua siswa dari SMAN 7 Sarolangun, Jambi berhasil raih medali emas dengan menjuarai Olimpiade Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) tingkat nasional di Tangerang.

Mereka adalah Abbiyu Ramadhan Sandey dan Sintia Aprilia yang mewakili Provinsi Jambi kategori bidang komputer.

Berkat Ide kreatif dan cemerlang mereka dapat menggeser sekolah perwakilan daerah lain hingga mengantarkan mereka ke jenjang internasional.

Pada perlombaan itu, juri terlihat kagum pada kreatifitas anak millenal asal Sarolangun ini.

Pasalnya, mereka mengkonsep dan mengambil tema dari budaya yang digabungkan dengan teknologi.

Kepala Sekolah SMA7 Dafnedi membenarkan siswanya yang berprestasi ini.

Awalnya Karyawan Biasa, Kini Dede Jadi Juragan Kerupuk Jangek, Seminggu Omzet Puluhan Juta

OJK Dorong Inklusi Keuangan Khususnya Pelajar

Ini 9 Syarat Maju Sebagai Ketua DPD I Golkar

Katanya, ia tidak menyangkan jika siswanya bisa memperoleh prestasi yang sangat membanggakan ini. Semuanya dengan mereka mengikuti perlombaan itu, diawali dengan seleksi online dan diikuti lebih 500 sekolah seluruh Indonesia.

Dan dilanjutkan dengan sekolah yang lolos akan dipanggil 130 finalis atau sekolah.

"Akan dilombakan beberapa bidang, kita bagian komputernya," katanya, Rabu (26/2).

Berkat ide kreatif siswanya yang berhasil mencuri perhatian para juri, mereka berhasil menjuarai dan memperoleh medai emas.

"Alhamdulailah kita juara 1 dan medali emas. Sekaligus mewakili indonesia di Rumania, Eropa, pada bulan April tanggal 10," katanya.

Mereka berhasil menciptakan karya ilmiah berupa cerita komik yang dikemas dengan nasehat seloko tradisi budaya masyarakat di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Mereka mengangkat adat sloko dikemas dengan teknologi dan berbasis android dengan judul "Komik Seloko berbasis tekstual dan android menggunakan augmented reality sebagai upaya pelestarian warisan budaya di Kabupaten Sarolangun, Jambi," katanya.

"Sloko adat kan sudah punah, ini ketertarikan siswa saya mengangkat itu sehingga mengaplikasi dalam bentuk 3 dimensi," katanya. (Yan)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved