Elhelwi, dari Mantan Kades Jadi Anggota DPR, Kini Tersandung Suap Ketok Palu

Permintaan maaf sempat beberapa kali disampaikan Elhelwi saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa bersama dua mantan anggota DPRD Provinsi Jambi.

Elhelwi, dari Mantan Kades Jadi Anggota DPR, Kini Tersandung Suap Ketok Palu
Tribunjambi.com/Dedy Nurdin
Sidang Kasus Suap Ketok Palu, Terdakwa Elhelwi Akui Rp600 Juta Jatah untuk Fraksi PDI Perjuangan 

Elhelwi, dari Mantan Kades Jadi Anggota DPR, Kini Tersandung Suap Ketok Palu

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Permintaan maaf sempat beberapa kali disampaikan Elhelwi saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa bersama dua mantan anggota DPRD Provinsi Jambi lainnya yakni Sufardi Nurzain dan Gusrizal, Kamis (20/2/2020).

Elhelwi mengaku kapok atas kejadian yang saat ini menimpanya. Niat politisi gaek ini mengakhiri karirnya dengan bagus justru berujung petaka setelah terbongkarnya praktek Suap Pengesahan RAPBD Tahun 2017-2018.

"Saya akui perbuatan saya salah, saya minta maaf kepada masyarakat Jambi. Saya merasa malu dan sempat setahun dak berani muncul ke dapi saya di Bungo," ujarnya dipersidangan.

Ia bercerita mengawali karir sebagai kepala desa di Desa Rantau Ikil, Kabupaten Bungo. Ia mengaku cukup aktif memperjuangkan jalan aspal dan listrik di Desanya.

25 Juta Uang Jatah Ketok Palu Dipotong untuk Partai, Gusrizal Minta Keringanan

Dipanggil Ketua DPW PAN Jambi, Romi Haryanto Memilih Maju Independen

Sidang Tuntutan Hukuman Mati Tiga Kurir Ganja 231 Kilogram Dikawal Ketat Polisi

Atas kepercayaan warga desa, Ayah dua orang anak ini kemudian pernah terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bungo tahun 2009-2014.

Ia kemudian maju mewakili kabupaten Bungo untuk menjadi perpanjangan tangan masyarakat di Legislatif Provinsi. Namun jalan ini ternyata membawanya ke balik jeruji besi.

Elhelwi juga akhirnya mengakui bahwa ia sempat meminta surat jaminan dari Saifudin soal uang ketok lalu, "Tapi suratnya kemudian saya bakar. Saya merasa bersalah," ujarnya.

Atas desakan keluarga ia akhirnya berani mengakui kesalahannya dan mengembalikan uang senilai 925 juta yang pernah ia terima dari suap.

Saat ditanya majelis hakim soal kemungkinan sanksi pencabutan hak politik untik kembali di pilih pada pada jabatan publik, ia pun mengaku tak keberatan.

"Saya tidak masalah kalau hak politik saya dicabut, saya sudah tua dan tak mau lagi mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, saya malu,"katanya.

"Saya minta maaf atas kesalahan saya kepada keluarga, kepada majelis hakim dan masyarakat Jambi," sambung Elhelwi. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved