Empat Pekerja PETI di Bungo Ditangkap Polisi, Bagaimana dengan Bos Mereka?

Pihak Kepolisian Resor Bungo meringkus empat pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi di sekitar Jalan Lingkar.

Empat Pekerja PETI di Bungo Ditangkap Polisi, Bagaimana dengan Bos Mereka?
Tribunjambi/Mareza
KONFERENSI PERS: Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji menyampaikan keterangan pers terkait perkara PETI di Mapolres Bungo, Senin (17/2/2020). 

Empat Pekerja PETI di Bungo Ditangkap Polisi, Bagaimana dengan Bos Mereka?

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pihak Kepolisian Resor Bungo meringkus empat pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi di sekitar Jalan Lingkar. Lalu bagaimana dengan bos mereka?

Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji dalam keterangan persnya mengatakan, pihaknya kini tengah memburu pemilik lahan dan alat.

"Pemilik lahan, masih kita telusuri. Kita masih akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Pemilik alat juga," katanya di Mapolres Bungo, Senin (17/2/2020).

Menurutnya, keempat orang yang ditangkap merupakan pekerja dompeng. Artinya, masih ada pemilik modal yang mempekerjakan mereka untuk melakukan penambangan emas tanpa izin itu.

Kronologi Warga Parit Tomo Tanjab Barat Diserang Beruang, Kepala Muntamah Terluka hingga 60 Jahitan

Detik-detik Sosok Mantan Terindah Yovie Widianto Diungkap Personel Kahitna di Atas Panggung!

Marak di Bungo, Empat Pekerja PETI Diringkus Polisi, Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Milar

Hal itu ditengarainya dari banyaknya jumlah alat tambang yang ada di lokasi penangkapan keempat pelaku beberapa waktu lalu. Dia meyakini ada pihak lain yang terlibat dalam ilegal mining itu.

"Untuk itu, Polres Bungo berkomitmen sesuai dengan arahan presiden dan Kapolri untuk melakukan pemberantasan ilegal mining yang ada," tegasnya.

Sebelumnya diwartakan, empat orang pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo diringkus aparat kepolisian. Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji mengatakan, keempat tersangka ditangkap pada Jumat (14/2/2020) lalu di Jalan Lingkar, arah Bandar Udara Muara Bungo, tepatnya di Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

"Jumat kemarin, kita temukan ada enam alat di sana, tapi yang ada pekerjanya cuma satu ini. Sehingga, kita lakukan pengungkapan dan penangkapan di alat yang sedang beroperasi," kata Kapolres dalam keterangan persnya, Senin (17/2/2020).

Empat orang tersangka yang diamankan adalah HA alias Heri (20), LN alias Leo (23), HY alias Ari (39) dan PR alias Pitra (21).

Keempatnya ditangkap di lokasi PETI yang sama saat sedang mengoperasikan mesin dompeng, sekitar pukul 14.00 WIB.

"Keempat tersangka kemudian diamankan bersama barang bukti," ujar Kapolres.

Barang bukti yang diamankan, di antaranya dua set mesin diesel, satu set keong warna hijau, satu set pompa air, tiga lembar karpet, ember, paralon, spiral, sebotol air raksa, dan sebuah engkol. Selain itu, polisi juga mengamankan dua unit sepeda motor.

Keempat pekerja PETI itu disangkakan pasal 158 UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved