SPG Enam Tahun Dipasung Akhirnya Bebas, Keluarga: "Sempat Ikut Aliran Sesat"
Enam tahun lalu, ia pulang ke kampung halamannya dalam keadaan berbeda dan tampak seperti Orang dengan Gangguan Jiwa / ODGJ.
Ketiga ODGJ di Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, lalu dibawa ke rumah sakit.
Kepala Puskesmas Jatilawang dr Tulus Budi Purwanto mengatakan, ketiga ODGJ tersebut adalah SG (38) warga Desa Gentawangi, SD (42) dan PJ (49), keduanya merupakan warga Desa Tunjung.
"Hari Sabtu (8/2/2020) kami merujuk satu pasien ODGJ, kemudian Senin (10/2/2020) satu orang dan hari ini satu orang," kata Tulus di sela penjemputan pasien ODGJ di Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas.
Rencananya, menurut Tulus, setelah dirawat di RSUD Banyumas selama satu bulan, para ODGJ tersebut akan di bawa ke panti rehabilitasi sosial di Kroya.
"Kewajiban kami memberi pelayanan yang maksimal terhadap ODGJ.
Sementara ini di wilayah kami ada tiga ODGJ, kami terus mencari, kalau ada laporan akan kami tindak lanjuti, biasanya pihak keluarga cenderung disembunyikan," ujar Tulus.

Cerita di Balik Gelapnya Hidup Sukiyah, Buta setelah Sakit Panas & Kejang-kejang, Tangan Kaki Lemah
Kisah serupa juga pernah viral beberapa waktu lalu di Kabupaten Semarang.
Ialah Sukiyah, perempuan tunanetra yang hidup sebatangkara dalam kegelapan.
Cerita di balik gelapnya hidup Sukiyah, wanita sebatangkara yang hidup dengan rambut dua meter hingga jadi sarang tikus.
• Wanita Asal Kota Jambi Ini Digelandang Ibu-ibu ke Kantor Polisi, Raup Puluhan Juta Modus Buka Usaha
• WHO Akhirnya Puji Indonesia Tangani WNI Diobservasi di Natuna dari Virus Corona: Kerja Luar Biasa
Sukiyah menjadi viral setelah dirinya berhasil diselamatkan oleh seorang Relawan Aksi Cepat Tanggap ( ACT) Salatiga bernama Ardian.
Tak hanya buta, Sukiyah juga terpaksa dikunci di sebuah ruangan gelap, berdinding papan juga beralaskan tanah.
Nama Sukiyah, perempuan berusia 50-an, warga yang tinggal di Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, belakangan ini ramai menjadi pemberitaan diberbagai media.
Pemberitaan berbagai media itu bukan karena ia memiliki segudang prestasi, ataupun lainnnya.
Melainkan kesedihan yang harus ia jalani karena hidup seorang diri di dalam rumah yang beralas tanah dan berdinding papan.