238 WNI Disambut Keluarga di Jakarta, Rata-rata Tanpa Bermasker, "Anak Saya Sehat di Sana"
Muhammad Cik Nang, orang tua Yusuf Azhar, mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, yakin anaknya sama sekali tidak terinferksi virus
Sekira 225 orang warga Kota Tua Penagi dan Pering, Kabupaten Natuna, ikut melepas para WNI yang telah usai menjalani observasi.
"Awalnya kami rencanakan yang hadir di sini sebanyak 70 orang, tapi ternyata yang mau ikut banyak sampai 150 orang," kata Ketua RT 01, Kota Tua Penagi, Suprianto.
Warga berkumpul di sekitar hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna.
Kota Tua Penagi, merupakan perkampungan terdekat dengan lokasi hanggar. Awalnya, warga sempat menolak kehadiran WNI dari Wuhan.
Namun kemudian masyarakat Penagi ikut gembira karena seluruh WNI dalam kondisi sehat. "Hari ini hari terakhir mereka. Kami memberikan ucapan selamat jalan. Selamat berkumpul dengan keluarga," kata Suprianto.
Ia tidak menampik, warganya sempat ketakutan dan panik, sampai 29 kepala keluarga (KK) memutuskan mengungsi ke daerah lain.

Ia meminta WNI dari Wuhan dan masyarakat Indonesia memaklumi kekhawatiran warga saat itu.
"Pada masa lalu kami memang berdemo, namun jangan dibilang tidak NKRI, tidak ada rasa manusiawi. Itu karena informasi kurang, itulah yang kami rasakan," kata dia.
Warga Pering, Heti juga bergembira melepas WNI dari Wuhan.
"Alhamdulillah mereka nggak sakit. Bisa pulang berarti dalam kondisi sehat," kata Heti yang lokasi rumahnya sekira 2 km dari Lanud Raden Sadjad.
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
(tribunnetwork/tribunbatam/yud)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Yakin Tak Terinfeksi Virus Corona, Keluarga Jemput di Bandara Tanpa Masker