238 WNI Disambut Keluarga di Jakarta, Rata-rata Tanpa Bermasker, "Anak Saya Sehat di Sana"
Muhammad Cik Nang, orang tua Yusuf Azhar, mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, yakin anaknya sama sekali tidak terinferksi virus
"Yusuf bilang tetap lanjut, tetap semangat sama kawan-kawan semua tidak ada yang mundur. Kalau saya terserah anak," katanya.
Bukan hanya keluarga Cik Nang yang tidak memakai masker tetapi juga keluarga lainnya.
Di antaranya Nibras, tante dari Zakiyah Ayu Alvita, serta Taufiqurahman (Taufik Ginting), ayah Diza Layla Barokah.
Mereka percaya, keluarga mereka dalam kondisi sehat sehingga tidak perlu menggunaka masker saat menjemput.
"Gembira pastinya. Sehat semua," ujar Nibras.

Para WNI dibawa dari Natuna ke Jakarta dalam tiga kloter (kelompok terbang).
"Kami berangkat dari Natuna menggunakan tiga pesawat, dua pesawat Boeing dan satu pesawat Hercules TNI AU," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, saat tiba bersama rombongan kloter pertama, di Gedung Sasana Sanggala Praja, Halim Perdanakusuma.
Ikut Melepas
Kloter pertama mendarat sekira pukul 15.30 WIB, disusul kloter berikutnya yang terpaut waktu masing-masing lima menit.
"Jumlah laki-laki 80 orang (34 persen). Yang laki-laki dewasa naik pesawat Hercules," kata Terawan.
Sedangkan sebanyak 158 orang perempuan menumpang di pesawat Boeing.
Sisanya awak pesawat dari Tim Aju KBRI Beijing sebanyak lima orang, penjemput 42 orang terdiri dari kru pesawat Batik Air 18 orang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tiga orang, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tiga orang.
"Tim Kesehatan TNI delapan orang serta pengamanan TNI sepuluh orang," ujarnya.
WNI peserta observasi dilaporkan ke luar melalui pintu gerbang selatan Asrama Haji Halim Perdanakusuma.
"Peserta observasi dari sejumlah daerah di luar Jabodetabek dikumpulkan di Halim lalu melanjutkan perjalanan pulang ke daerah masing-masing," kata Terawan.