Breaking News:

Foto Satelit Udara di Wuhan yang Sangat Berbahaya, Sulfur Dioksida Tinggi, Ini yang Jadi Penyebab

Udara di kota pertama terdetekai Virus Corona yang sekarang diberi nama Covid-19 ini mengandung Sulfur (Belerang) Dioksida (SO2) yang sangat tinggi.

AFP/Hector Retamal
Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk melindungi dari virus Corona saat melintas di samping pasien di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China pada 23 Januari 2020 

Foto Citra Satelit Udara di Wuhan yang Sangat Berbahaya, Dipenuko Sulfur Dioksida Tinggi, Ini yang Jadi Penyebab

TRIBUNJAMBI.COM - Udara Wuhan, Provinsi Hubei, China, Minggu (9/2/2020), sangat berbahaya hingga menunjukkan warna merah di citra foto satelit.

Udara di kota pertama terdetekai Virus Corona yang sekarang diberi nama Covid-19 ini mengandung Sulfur  (Belerang) Dioksida (SO2) yang sangat tinggi.

Belerang (sulfur) dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus SO2.

Senyawa ini merupakan gas beracun dengan bau menyengat yang biasanya dilepaskan oleh gunung berapi dan beberapa pemrosesan kimia organik dan anorganik

Citra satelit juga menunjukan tingkat SO2 yang tinggi terjadi di Kota Chongqing.

Udara Wuhan Dipenuhi Gas Beracun Pembakaran Mayat/Limbah Medis Warnanya Memerah di Foto Satelit. Foto satelit menunjukkan Kota Wuhan pada 9 Februari 2020. Tingkat sulfur dioksida (SO2) di Kota Wuhan pada hari itu sangat tinggi, berada di angka 1.350 ug/m3, sementara menurut WHO di konsentrasi SO2 tidak boleh melebihi 500 ug/m3
Udara Wuhan Dipenuhi Gas Beracun Pembakaran Mayat/Limbah Medis Warnanya Memerah di Foto Satelit. Foto satelit menunjukkan Kota Wuhan pada 9 Februari 2020. Tingkat sulfur dioksida (SO2) di Kota Wuhan pada hari itu sangat tinggi, berada di angka 1.350 ug/m3, sementara menurut WHO di konsentrasi SO2 tidak boleh melebihi 500 ug/m3 (WINDY.COM VIA DAILYMAIL)

Nangis Hampir Tiap Malam, Dibully Orang Terdekat, Begini Kabar Terbaru Lucinta Luna Alias Mas Fattah

Ramalan Zodiak Hari Ini 13 Februari 2020, Aries Bakal Dapat Kabar Bahagia, Scorpio Tambahkan Inovasi

Para ilmuwan mengklaim Sulfur Dioksida (SO2) dihasilkan dari kremasi mayat atau pembakaran limbah medis.

Kedua kota tersebut sudah ditutup sejak 2 Februari 2020, akibat dari virus corona.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan mayat-mayat korban virus corona harus segera dikremasi.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, citra satelit dari situs Windy.com menunjukan tingkat SO2 di Kota Wuhan berada pada 1.350 μg /m3 selama akhir pekan lalu.

Halaman
1234
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved