Ini Kronologi Penemuan Mayat Gegerkan Warga Muntialo, Tanjung Jabung Barat

Warga Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dihebohkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang tengah tergantung.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribun Jambi/Darwin Sijabat
Seorang pria ditemukan tergantung di sebuah pohon di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, geger, Rabu (12/2/2020) pagi. 

Ini Kronologi Penemuan Mayat Gegerkan Warga Muntialo, Tanjung Jabung Barat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Warga Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dihebohkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang tengah tergantung.

Mayat yang tergantung tersebut bernama AS warga Muntialo, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

"Sebelumnya Ardiansyah pamit pulang kampung, tetapi ditemukan tewas tergantung di pohon kayu," terang Babinsa Muntialo, Pelda Dedy Riko Purba via pesan WhatsApp, Rabu (12/2/2020).

Saat ditemukan Suparti warga setempat sekira pukul 07.00 WIB, kata Dedy, kondisi mayat telah dikerubungi lalat.

Mayat tergantung di dahan pohon karet di tengah perkebunan kelapa sawit milik Suwardi warga Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabar.

Ternyata Mayat Tergantung di Pohon Itu Warga Tapanuli Selatan, Tewas di Betara

Pemkab Tanjab Barat Targetkan Replanting 4.000 Hektar Kebun Sawit, Lokasinya di Tiga Kecamatan Ini

Polda Lampung Ungkap Jaringan Sabu 2,5 Kg, Satu Diantara Pelaku Adalah Oknum PNS

Mayat, kemudian dievakuasi oleh TNI dan Polisi dan dimasukan ke dalam kantong mayat untuk dilakukan penyelidikan penyebab kematiannya.

Atas kejadian tersebut telah dilakukan pemanggilan sejumlah saksi termasuk dari pihak keluarga almarhum.

Keterangan yang diperoleh dari Babinsa Muntialo, sebelum ditemukan tewas, AS pada Minggu (9/2/2020) sekira Pukul 7.00 WIB seusai mandi di Rumah Katimin, dia menelpon orang tuanya (ibunya) Sumari Ritonga untuk minta izin pulang kampung ke Padang Sindepuan, Sumut.

Namun Nurdelila meminta anaknya itu untuk tetap tinggal bersamanya.

"Karena AS memang mau pulang, maka oleh kakak kandungnya, Ahmad Arifin Siregar diminta untuk menunggu di Pos Kamling Desa. Tujuannya, menunggu Katimin menjemput dan mengantarnya ke Simpang 35 Kabupaten Muarajambi," jelasnya.

Namun, tahu -tahunya Ardiansyah tidak berada lagi di tempat, kemudian dilakukan pencarian namun tidak ditemukan.

Tiga hari kemudian Rabu 12 Februari 2020, sekira pukul 07.00 WIB, Suparti yang hendak menyuci baju di kanal tak jauh dari lokasi kejadian terkejut mendengar suara anjing menggonggong keras. Dia melihat ke arah gonggongan anjing dan terdapat seorang laki - laki tergantung di pohon.

Suparti langsung memberitahukan hal itu kepada Mukiman. Kemudian Mukiman mengajak Sulaiman memastikan apa yang dilihat Suparti. Kemudian kabar tersebut sampai ke telinga Nurdelila.

Mendengar hal tersebut Kepolisian Sektor Betara langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas penemuan jasad gantung diri di Desa Muntialo kecamatan betara kabupaten Tanjung Jabung barat. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved