Sejarah Indonesia
USAI Bikin Ribut di Gedung Putih Amerika Serikat, Soekarno Malah Buat Kagum Kongres AS, Ini Sebabnya
USAI Bikin Ribut di Gedung Putih Amerika Serikat, Soekarno Malah Buat Kagum Kongres AS, Ini Sebabnya
Soekarno menggunakan pesawat pribadi Presiden Eisenhower, "The Columbine", dalam perjalanannya ke AS.
Sayangnya, Soekarno merasa tak diperlakukan dengan baik ketika di White House atau Gedung Putih.
Sistem protokol yang semestinya mempertemukan dengan Eisenhower pada pukul 10.00, mundur setengah jam.
Kemarahan memuncak, Soekarno pun mengancam akan meninggalkan Gedung Putih.
Namun, kondisi melunak ketika petugas protokoler Gedung Putih minta maaf.
• Karen Pooroe Merasa Ada Kejanggalan Pada Kematian Anaknya: Dia Enggak Bodoh, Anak Saya Takut Balkon
• Sambangi Singkut, Fasha Bekali Santri Ponpes Jiwa Entrepreneur, Bagikan Kursi Roda dan Bantu Masjid
• Cabai Merah Sumbang Inflasi Terbesar, Kota Muara Bungo Alami Inflasi 0,74 Persen pada Januari 2020
Eisenhower akhirnya keluar dan bertemu langsung dengan Soekarno.
Dalam buku Sukarno: An Autobiography (1966) yang ditulis Cindy Adams, Eisernhower ketika menemui Soekarno di Gedung Putih berupaya meminta maaf atas keterlambatan jadwal pertemuan.
Saat bertemu Eisenhower, Soekarno berusaha menjelaskan psikologi sosial pasca-perang bangsa-bangsa di Asia kepada Eisenhower, terutama melawan penjajah Eropa.
Namun, Eisenhower lebih tertarik berbicara tentang film daripada politik luar negeri AS. Momen inilah yang menjadikan Soekarno dan Eisenhower tak memiliki hubungan baik.
Soekarno memesona
Saat itu, kunjungan Soekarno di AS tak hanya untuk pertemuan dengan Eisenhower saja.
Dia juga diberikan kesempatan untuk berpidato di Kongres AS pada 17 Mei 1956.
Selama 45 menit, Soekarno berkisah tentang revolusi AS yang melawan jerat kolonialisme Inggris, dan menularkan semangat perjuangan negara lain.
New York Times ketika itu menyoroti "Bahasa Inggris (Soekarno) yang jernih dan penuh semangat".
• Ketua Forkoma PMKRI, Hermawi Taslim: Kelompok Cipayung Harus Back to Campus
Soekarno juga menyampaikan terima kasihnya atas bantuan AS kepada Indonesia selama ini.
Dia juga menyebut Konferesi Asia-Afrika sebagai pertanda penolakan bangsa-bansa Asia-Afrika terhadap kolonialisme.
"Di dunia ini sebenarnya tak ada kelompok orang yang lebih malas mendengarkan pidato daripada Kongres Amerika.