Sejarah Indonesia

USAI Bikin Ribut di Gedung Putih Amerika Serikat, Soekarno Malah Buat Kagum Kongres AS, Ini Sebabnya

USAI Bikin Ribut di Gedung Putih Amerika Serikat, Soekarno Malah Buat Kagum Kongres AS, Ini Sebabnya

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Pena Soekarno
Ilustrasi Soekarno Marah 

USAI Bikin Ribut di Gedung Putih Amerika Serikat, Soekarno Malah Buat Kagum Kongres AS, Ini Sebabnya

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Soekarno pernah buat gempar Gedung Putih, kediaman Presiden Amerika Serikat di masa pemerintahannya.

Kala itu Soekarno berkunjung ke Amerika Serikat, saat mendapat undangan dari Presiden Dwight Eisenhower.

Para petinggi AS menilai, Soekarno memiliki peran sangat besar terhadap Indonesia dan kawasan sekitarnya.

Mengundang Soekarno merupakan cara AS untuk memengaruhinya.

Perjudian AS

Soekarno Dibikin Kaget Oleh Dukun Jambi Bernama Badulambun, Tolak Pemberian Mobil dari Bung Karno

Begini Reaksi Megawati Saat Prabowo Minta Restu Ingin Buat Patung Soekarno Naik Kuda

Raja Fiktif Asal Jambi Pernah Tipu Soekarno, Ngaku Raja dan Ratu SAD Bernama Idrus dan Markonah

Kata Juanda Tentang King of The King dan Harga Rp 60 Ribu Triliun Warisan Soekarno

Pada konflik Perang Dingin dengan Uni Soviet, Amerika Serikat menilai membutuhkan kubu yang bisa memperkuat posisinya.

Berbagai negara sudah menetapkan posisinya untuk netral, termasuk Indonesia.

Dilansir dari buku Indonesia Melawan Amerika: Konflik Perang Dingin 1953-1963 (2008), karya Baskara T Wardaya situasi politik di Indonesia pada 1955 membuat AS pening.

Sebab, Indonesia berada pada dua kubu yang terdiri dari Sukarno, PNI dan PKI di satu sisi, serta Muhamad Hatta, Masyumi, dan Angkatan Darat di sisi lain.

Hasil Tes SKD CPNS Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, 65,35 Persen Peserta Gugur di Passing Grade

Wajar Disegani, Ini Deretan Senjata Kopassus yang Bikin Si Baret Merah Makin Jago Dalam Sebuah Misi

FOTO-FOTO Kondisi Rumah Terduga Teroris Asal Jambi saat akan Pemakaman, Disambut Isak Tangis

Pak Kades Kaget saat Tahu Wahyu Firmansyah Mati Ditembak Densus 88, Pergaulan Macam Biasolah

Indonesia dinilai cenderung condong kepada Uni Soviet.

Ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi AS untuk bisa memengaruhi pemikiran Soekarno.

Wakil Presiden AS Richard Nixon sempat beradu argumen dengan Menteri Luar Negeri AS John Foster Dulles terkait sistem perpolitikan Indonesia.

Akhirnya, mereka sepakat untuk mengundang Soekarno ke AS dengan berbagai pertimbangan.

Hari Pertama Kerja, LPTIK Jadi Lokasi Kunjungan Pertama Rektor Universitas Jambi

Di Acara Pernikahan Sosok Ini, Mendadak Ridwan Kamil Minta Maaf ke Menhan Prabowo Subianto

Inilah Lokasi Permakaman Jenazah Terduga Teroris Asal Tebo Wahyu Firmansyah

Menlu Dulles bertolak ke Jakarta dan memberikan undangan secara resmi kepada Soekarno.

Undangan ini disambut Bung Karno dengan antusias.

Soekarno marah

Presiden Eisenhower

Business Insider
Presiden Eisenhower

Nasib Intelijen Berhasil Tak Dipuji, Gagal Dicaci, Hilang Tak Dicari, Mati tak Ada yang Mengakui

2 Kontainer Asal China di Pelabuhan, Di Tempatkan di Tempat Khusus dan Disemprot Disinfektan

Pada Rabu 16 Mei 1956, Soekarno bersama dengan rombongannya sampai di Washington DC.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved