Tanoto Foundation Buat Pelatihan Menulis Praktik Baik di Tebo, 10 Guru Belajar Menulis Feature

Tanoto Foundation menggelar pelatihan penulisan praktik baik pendidikan kepada 10 orang Fasilitator Daerah (Fasda) Program PINTAR Kabupaten Tebo.

Tribunjambi/Mareza
Tanoto Foundation menggelar pelatihan penulisan praktik baik pendidikan kepada 10 orang Fasilitator Daerah (Fasda) Program PINTAR Kabupaten Tebo, Kamis (6/2/2020). 

Tanoto Foundation Buat Pelatihan Menulis Praktik Baik di Tebo, 10 Guru Belajar Menulis Feature

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Tanoto Foundation menggelar pelatihan penulisan praktik baik pendidikan kepada 10 orang Fasilitator Daerah (Fasda) Program PINTAR Kabupaten Tebo, Kamis (6/2/2020).

Provincial Coordinator Tanoto Foundation Jambi, Medi Yusva mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kementerian Agama Tebo tersebut diharapkan mendorong guru mendokumentasikan foto dan menulis praktik baik pembelajaran dan budaya baca dengan menghadirkan narasumber wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J.

Medi Yusva menjelaskan, tujuan utama kegiatan itu agar para guru mampu menuliskan praktik baik yang telah dilakukan, maupun pengalaman guru lain yang nantinya dapat ditulis dan dipublikasikan. Dengan demikian, praktik baik tersebut dapat ditiru dan dikembangkan oleh guru lain.

Kadis Pendidikan Muarojambi Tiba-tiba Datang ke Kantor Kejari, Ada Apa?

Ditunggu Kejagung, Kadis Pendidikan Muarojambi Datangi Kantor Kejari Muarojambi

Tak Jelas Peruntukannya, Lahan Bekas Pasar Angso Duo Jambi Terbengkalai

“Makanya, pada pelatihan ini setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini wajib membuat tulisan praktik baik dalam proses pembelajaran,” ujar Medi.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Syaiful Bahri selaku Communication Specialist Tanoto Foundation mengatakan, satu di antara teknik menulis praktik baik pembelajaran adalah melalui gaya penulisan feature.

“Dalam penulisan berita ala jurnalistik, berita harus memiliki nilai-nilai berupa cepat (aktual), mengandung makna berita (news), nyata (factual), informasi dari kejadian yang nyata bukan fiksi atau karangan, dan terdiri dari pernyataan (statement) sumber berita,” katanya.

Untuk itu, pelatihan tersebut difokuskan pada proses pembuatan tulisan feature. Yang ke depannya, imbuh dia, dapat diaplikasikan untuk memperkaya tulisan-tulisan sebagai output dari program PINTAR ke depannya.

Tri Harjanti yang merupakan satu di antara Fasda yang mengikuti kegiatan itu mengaku banyak mendapatkan manfaat, terutama memperbaiki tulisan yang selama ini masih belum baik.

“Selama ini kami sebagai guru telah sering mengunggah pengalaman pribadi ke dalam forum peningkatan kualitas pendidikan. Namun, ternyata kami baru mengetahui bahwa isi tulisan kami masih banyak yang harus diperbaiki,” ungkapnya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved