Media Asing Soroti Indonesia Ternyata Tidak Tes Virus Corona ke 243 WNI di Natuna, "Mereka Sehat"

Seorang pejabat senior kesehatan Indonesia mengatakan tidak perlu melakukan tes coronavirus baru pada warga yang dikarantina

TRIBUN/PUSPEN TNI/ANDY
Petugas mengevakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI/ANDY 

Media Asing Soroti Indonesia Tidak Tes Virus Corona ke Ratusan WNI di Natuna, "Mereka Sehat"

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pejabat senior kesehatan Indonesia mengatakan tidak perlu melakukan tes coronavirus baru pada warga yang dikarantina setelah dievakuasi dari Wuhan, karena semua 243 orang sehat.

Dikutip dari channelnewsasia.com, berbicara pada konferensi pers pada hari Kamis (6 Februari), Dr Windra Waworuntu, direktur Departemen Kesehatan untuk penyakit menular mengatakan: “Kami tidak mengambil sampel karena semuanya baik-baik saja. SOP (prosedur operasi standar) tidak mengatakan bahwa kami harus mengambil sampel dari semua orang. "

“Jika mereka tidak sehat, demam, batuk dan bersin, maka kami akan mengambil sampel. Jika mereka baik-baik saja, mengapa kami ambil sampelnya? "

Intel Ngaku Mau Mancing di Sungai Tapi Tak Bawa Pancing, Lurah Pelalawan Baru Tahu Belakangan

Bebas dari Tahanan, Pakar Mikro Ekspresi Sebut Nikita Mirzani Tertekan Namun Pura-pura Lepas Beban

Pada hari Minggu, Indonesia mengevakuasi 238 warganya dari Hubei, tempat virus corona diperkirakan berasal.

Semua 238 WNI dan lima pejabat dari kedutaan Indonesia di China yang membantu kepulangan siswa, kemudian dikarantina di fasilitas militer di pulau Natuna, Indonesia yang terpencil selama dua minggu ke depan.
Iklan

Kendala Biaya

Dr Waworuntu mengatakan bahwa akan mahal untuk menguji semua yang saat ini berada di bawah karantina.

Senyawa yang digunakan dalam analisis kimia untuk mendeteksi virus corona - yang terlibat untuk satu tes akan menelan biaya satu miliar Rupiah (US $ 73.035), katanya. Setiap orang diuji setidaknya dua kali untuk memastikan akurasi.

"Tapi itu tidak berarti kita tidak akan melakukannya ketika kami harus melakukannya, Kami akan lakukan."

Halaman
123
Penulis: nani
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved