Para Santri di Tebo Berlarian Lihat Ibu Pukuli Bayinya di Dalam Masjid Pakai Rebana, akhirnya Tewas
"Tiba-tiba terdengar dentuman di masjid. Saya tengok sama teman-teman," katanya. Sebagian santri ada yang tidur di masjid juga terbangun
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Duanto AS
Namun, SM memberontak dan memukul untuk ketiga kalinya sehingga anaknya jatuh dari tangga hingga jatuh ke selokan dekat masjid.
"Habis itu masih dipukulnya. Sudah dipukulnya, dia lari ke dekat Simpang Bulian, ambil kain gendongan," terang Bayu.
Selain itu, satu di antara santri juga jadi korban yang dipukulnya dengan genjreng.
Lari ke Simpang Bulian
Menurut Bayu, SM membawa MZA ke masjid tanpa kain gendongan karena kain gendongan bayinya terjatuh di sana.
Dari penelusuran Tribunjambi.com, Simpang Bulian yang dimaksud adalah simpang tiga yang berada sekitar 100 meter dari gerbang Ponpes.
Setelah mengambil kain gendongan itu, pelaku mengambil batako dan menimang-nimangnya layaknya bayi.
"Diambilnya batako, terus dikiranya itu anaknya. Terus dia juga sempat ambil sapu, menyapu jalan," terangnya.
Pelaku sempat mengamuk dan mengantukkan kepalanya di pagar beton sebuah rumah yang tidak jauh dari sana. Kata saksi mata itu lagi, pelaku baru sadarkan diri sekitar pukul 06.00 WIB.
Kejadian dini hari
Seorang ibu di Desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga meninggal dunia, Selasa (4/2/2020) dini hari.
SM ia melakukan tindakan tidak pantas tersebut pada anaknya, MZA yang masih berusia empat bulan.
Kapolres Tebo, AKBP Zainal Arrahman, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00-03.30 WIB, di masjid Pondok Pesantren atau Ponpes Raudhatul Mujawidin, Desa Tirta Kencana.
"Sekira antara pukul 03.00 sampai dengan 03.30 WIB, telah terjadi dugaan tindak pidana anirat (aniaya dengan pemberatan) terhadap anak di bawah umur dan menyebabkan meninggal dunia," kata Kapolres.
SM datang ke ponpes sambil menggendong korban.