Berita Merangin
Perdalam Bukti, Polisi akan Periksa Musadi: "Tak Wajar, Anak Sendiri Kok Dibunuh"
Pihak kepolisian terus mendalami kasus pembunuhan anak kandung yang dilakukan oleh Musadi (39) warga Desa Seringat
Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
"Pergilah ang (kamu, red) ke rumah ang di Merkeh, ambo (saya, red) dak lagi dengan ang, ambo dak nak lagi belaki dengan ang dak," sebutnya.
Setelah melakukan pertengkaran tersebut, pelaku mengajak korban untuk ke pasar. Pada saat itu ibu korban melarang korban untuk pergi bersama ayahnya.
"Dak usah kau pergi ke pasar dengan bapak kau, bapak kau dak ado sen, di rumah bae lah kau samo emak," kata pelaku menirukan percakapan isterinya.
Meski dilarang oleh istrinya membawa sang buah hati, lagu tetap nekat membawanya tetapi tidak ke pasar melainkan ke kebun di belakang rumah.
Pada saat itu, korban dibujuk untuk mencari mangga di kebun yang berjarak sekitar 100 meter dari belakang rumah.
Sesampainya di kebun, entah apa yang ada dipikirannya, pelaku langsung mencekik leher anaknya dari arah belakang hingga tewas.
Setelah sudah tidak bernyawa, pelaku menyesal atas perbuatannya. Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Sungai Manau IPTU Karto.
• Pakaian Bak Astronot, Video Detik-detik WNI dari Wuhan Tiba di Batam, Langsung Disemprot Vaksin
"Dia eksekusinya sekitar pukul 12.00 Wib. Setelah dieksekusi jasad anaknya itu digendong. Di bawanya ke sana-kemari di dalam kebun hingga malam," kata Kapolsek.
Setelah malam, dirinya mencoba untuk melihat situasi di perkampungan. Setelah dinyatakan aman dan sepi, jasad korban yang digendong tersebut langsung diletakkan tak jauh dari rumah pelaku.
Setelah menarok anaknya, dirinya langsung keluar dari desa tersebut. Perencana dirinya akan ke Sungai Tebal untuk bersembunyi di tempat temannya.
"Katanya di Sungai Tebal itu ada temannya. Dia mau bersembunyi di sana, mau kerja di kebun, kan kalau di kebun sulit untuk ketahuan," kata Karto lagi.
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/musadi-39-sebelumnya-tertulis-mursidin-tersangka-pembu.jpg)