Berita Merangin
Perdalam Bukti, Polisi akan Periksa Musadi: "Tak Wajar, Anak Sendiri Kok Dibunuh"
Pihak kepolisian terus mendalami kasus pembunuhan anak kandung yang dilakukan oleh Musadi (39) warga Desa Seringat
Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
Perdalam Bukti, Polisi akan Periksa Musadi: "Tak Wajar, Anak Sendiri Kok Dibunuh"
Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Pihak kepolisian terus mendalami kasus pembunuhan anak kandung yang dilakukan oleh Musadi (39) warga Desa Seringat Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin.
Pihak kepolisian akan memeriksa kejiwaan Musadi. Pihaknya menduga jika Musadi mengalami sedikit gangguan jiwa.
"Rencana begitu (periksa kejiwaan, red). Karena apa yang dilakukan ini hal yang tidak wajar. Anak sendiri kok dibunuh," kata Kapolsek Sungai Manau IPTU Karto.
Menurut dia, Jika dilihat dari fisik dan pembicaraannya, Musadi tidak mengalami gangguan jiwa.
• Empat Pelajar Merangin Hilang di Jakarta, Ketua DPRD Merangin Keliling Pasar hingga Terminal
• FOTO-FOTO Penangkapan Ayah yang Bunuh Anak Kandung, Begini Wajah Musadi
"Kalau dari segi pembicaraannya, kejiwaan pelaku tidak terganggu apa yang kami tanyakan selalu dijawab. Jawabannya lurus-lurus aja," imbuhnya.
"Tapi kami akan tetap periksa kejiwaannya," sambung Karto.
Untuk proses lidik, pihaknya setelah memeriksa beberapa orang saksi di antaranya istri pelaku, Paman korban, tetangga yang menemukan pertama kali serta saksi-saksi lainnya.
Musadi merupakan pelaku pembunuhan anak kandungnya yang terjadi pada akhir Januari lalu.
Dia tega membunuh putrinya yang masih berusia lima tahun itu karena kesal yang diawali oleh pertengkaran hebat bersama isterinya.
Keharmonisan keluarga ini telah terganggu lama, namun puncaknya ketika Musadi meminta dibuatkan segelas teh manis dengan isterinya sepulang dari bekerja menggerai emas. Permintaan itu ditolak oleh isterinya.
"Mak Diana buat teh mak Diana," kata Musadi menirukan obrolannya bersama sang istri kepada penyidik.
"Dijawab bikinlah dewek. Ado bawa sen balek ? Sudah tu aku jawab, aku pergi ado kau ngasih bahan, dijawabnyo dak ado dak," katanya lagi.
Setelah itu, sang isteri berkata jika dirinya sudah tidak sudi lagi menjadi isterinya.
"Pergilah ang (kamu, red) ke rumah ang di Merkeh, ambo (saya, red) dak lagi dengan ang, ambo dak nak lagi belaki dengan ang dak," sebutnya.
Setelah melakukan pertengkaran tersebut, pelaku mengajak korban untuk ke pasar. Pada saat itu ibu korban melarang korban untuk pergi bersama ayahnya.
"Dak usah kau pergi ke pasar dengan bapak kau, bapak kau dak ado sen, di rumah bae lah kau samo emak," kata pelaku menirukan percakapan isterinya.
Meski dilarang oleh istrinya membawa sang buah hati, lagu tetap nekat membawanya tetapi tidak ke pasar melainkan ke kebun di belakang rumah.
Pada saat itu, korban dibujuk untuk mencari mangga di kebun yang berjarak sekitar 100 meter dari belakang rumah.
Sesampainya di kebun, entah apa yang ada dipikirannya, pelaku langsung mencekik leher anaknya dari arah belakang hingga tewas.
Setelah sudah tidak bernyawa, pelaku menyesal atas perbuatannya. Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Sungai Manau IPTU Karto.
• Pakaian Bak Astronot, Video Detik-detik WNI dari Wuhan Tiba di Batam, Langsung Disemprot Vaksin
"Dia eksekusinya sekitar pukul 12.00 Wib. Setelah dieksekusi jasad anaknya itu digendong. Di bawanya ke sana-kemari di dalam kebun hingga malam," kata Kapolsek.
Setelah malam, dirinya mencoba untuk melihat situasi di perkampungan. Setelah dinyatakan aman dan sepi, jasad korban yang digendong tersebut langsung diletakkan tak jauh dari rumah pelaku.
Setelah menarok anaknya, dirinya langsung keluar dari desa tersebut. Perencana dirinya akan ke Sungai Tebal untuk bersembunyi di tempat temannya.
"Katanya di Sungai Tebal itu ada temannya. Dia mau bersembunyi di sana, mau kerja di kebun, kan kalau di kebun sulit untuk ketahuan," kata Karto lagi.
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/musadi-39-sebelumnya-tertulis-mursidin-tersangka-pembu.jpg)