Selasa, 2 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penampakan Hotel Pertama di Bungo, Tempat Menginap Orang-orang Belanda Tempo Dulu

Beberapa pedagang kini mendiami bangunan bercat hijau di Kota Muara Bungo itu. Tapi, bangunan apa itu dahulu?

Tayang:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Hotel Moeara Boengo, hotel pertama di Muara Bungo. 

Penampakan Hotel Pertama di Bungo, Tempat Menginap Orang-orang Belanda Tempo Dulu

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Sekilas, bangunan itu tampak membaur dengan bangunan yang ada di sekitarnya. Beberapa pedagang kini mendiami bangunan bercat hijau di Kota Muara Bungo itu. Tapi, bangunan apa itu dahulu?

Konon, itulah hotel pertama di Muara Bungo. Tidak banyak masyarakat yang tahu, hotel itu dibangun pada tahun-tahun sebelum kemerdekaan.

Bangunan itu terbuat dari kayu dan dibangun dua lantai. Di lantai dua, tampak beberapa jendela yang masih difungsikan.

Tribunjambi.com sempat bertanya pada beberapa orang yang tinggal mau pun berdagang di sana, tapi tidak ada yang tahu. Sampai akhirnya Husni Saleh Yasin, tokoh masyarakat di Kabupaten Bungo mengingat suasana puluhan tahun lalu.

Ingatan pria berusia 80-an tahun itu kembali pada tahun 1939. Katanya, sekitar tahun itulah bangunan yang terletak di persimpangan itu diresmikan. Bangunan beratap seng dengan dominasi warna hijau muda itu termasuk bangunan tua yang masih berdiri kokoh di kawasan Kota Muara Bungo.

Lilik Gunawan: Ride for Moms Indonesia-Makkah Murni Perjalanan Cinta

Pasien Penderita Virus Corona di Singapura Jadi 18 Orang, Ini yang Dilakukan Pemerintah Setempat

Husni tidak ingat betul nama hotel itu. Seingatnya, nama bangunan itu "Hotel Moeara Boengo". Ditulis dengan ejaan lama yang berarti Hotel Muara Bungo.

Dari penuturannya, bangunan yang terletak di Jalan Dahlia itu dulu sering menjadi tempat menginap orang-orang kulit putih. Dalam medio sekitar tahun 1940 hingga 1950an, kenang dia, orang-orang Belanda masih sering menginap di sana. Selain orang-orang Belanda, orang-orang luar daerah juga sering memilih hotel itu sebagai tempat bermalam.

“Itu hotel pertama di Muara Bungo. Yang menginap di situ dulu memang banyak orang Belanda. Tapi kadang-kadang ada juga orang luar daerah,” kata Husni.

Sekitar tahun 1950-an, Belanda sudah dipukul mundur. Namun, hotel itu masih difungsikan.

Sepengetahuan Husni, hotel yang dibangun pada zaman sebelum kemerdekaan itu, hingga kini masih asli.
Ada beberapa bangunan tua lain di sekitar sana.

"Ada beberapa bangunan tua yang asli juga tidak jauh dari bangunan tersebut," dia menginformasikan.

Bangunan tua di Jalan Dahlia itu dahulu konon merupakan hotel pertama di Muara Bungo.
Bangunan tua di Jalan Dahlia itu dahulu konon merupakan hotel pertama di Muara Bungo. (Tribunjambi/Mareza)

Di antaranya Toko Obat Cempaka, dan Toko Panjang yang sering menjadi tempat favorit sebagian kalangan masyarakat untuk menikmati kopi hingga kini.

Beberapa tahun setelah Belanda dipukul mundur, bangunan-bangunan tua itu mulai ramai ditempati para perantau. Orang-orang dari Sumatra Barat--kebanyakan dari Pesisir Selatan--berduyun-duyun datang ke Bungo.

Syofyan merupakan satu di antara orang yang pernah mengadu nasib di sana. Dia ingat ketika bangunan itu masih hotel dan menjadi tempat pelancong dari berbagai penjuru menginap di Bungo.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved