Kisah Haru Perpisahan Perawat yang Dikirim ke Wuhan, Bertaruh Nyawa Tangani Pasien Virus Corona
Pemerintah Tiongkok berjuang melawan virus corna yang mewajah di Kota Wuhan serta kawasan lainnya!
TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Tiongkok berjuang melawan virus Corona yang mewajah di Kota Wuhan serta kawasan lainnya!
Sebuah kisah haru tampak saat perpisahan tenaga medis dari daerah-daerah lain di China dikirim ke Wuhan.
Diantaranya sela-sela keberangkatan tim medis bantuan terdapat kisah haru ketika suami harus melepas istri perawat yang ikut menjadi tenaga sukarela ke Wuhan.
• Selama 4 Tahun Siswi SMP Diperkosa Ayah, Kakak, dan Sepupu, Akhirnya Pelaku Dapat Balasan Ini!
Sang suami pantas bersedih lantaran sang istri bisa saja meninggal dalam tugas mengingat ganasnya penyakit dan belum ada obatnya yang bisa melawan virus corona tersebut
Provinsi Hubei khususnya Kota Wuhan , Tiongkok kini sedang dalam masa tanggap darurat
untuk mengatasi virus corona yang mewabah.
Bahkan pemerintah setempat telah mengisolasi Kota Wuhan agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas.
• DARURAT Virus Corona 13 Negara Evakuasi Warganya Dari China, Indonesia Ambil Langkah Ini!
Seperti dilansir oleh Pear Video, sejumlah tim medis dari berbagai wilayah di China Daratan juga telah diterjunkan ke Provinsi Hubei .
Tim medis pertama dari Provinsi Henan berangkat pada 26 Januari 2020 untuk mendukung Kota Wuhan.

Dari video yang dibagikan pada Minggu 26 Januari 2020, tampak seorang pria yang melepas kepergian sang istri.
Istri pria tersebut rupanya menjadi perawat relawan yang ikut berangkat ke Provinsi Hubei
Terlihat pria berkacamata yang mengenakan jaket dan masker berwarna hitam berseru kepada istrinya yang naik ke dalam bis menuju Wuhan bersama rombongan tim medis lainnya.
Pria tersebut menangis tersedu-sedu sambil berteriak "Wang Yuehua aku mencintaimu!"

Seorang pria melepas kepergian istrinya yang menjadi perawat relawan di Wuhan (Pear Video)
Tampak juga seorang perawat di samping pria itu yang mencoba menenangkan sambil mengusap punggungnya.