Profesor Intelijen dari Kopassus Luka Parah Kena Tusuk, Pistolnya Melorot ke Dalam Celana

Selama perjalanan itu banyak menemukan hal mengejutkan. Pasukan itu ternyata merayap melintasi sarang ular kobra.

Editor: Duanto AS
AMMOchambers
Kopassus, pasukan khusus TNI AD. 

"Menyerahlah Siauw Ah San, kami bukan mau membunuhmu."

Tapi Ah San enggan menyerah.

Hanya Kirim Segelintir Kopassus Misi sudah Beres, Rahasia Tempur Pasukan Khusus

Dia menyabet perut Kongsenlani menggunakan bayonet hingga usus prajurit itu terburai.

Hendropriyono menyuruh anak buahnya keluar pondok.

Hendro yang maju bertarung satu lawan satu dengan Ah San.

"Dengan sigap, saya lemparkan pisau komando ke tubuh Ah San. Tapi tidak menancap telak, hanya mengena ringan di dada kanannya," kata Hendro menggambarkan peristiwa menegangkan itu.

Kini, Hendro tanpa senjata harus menghadapi Ah San yang bersenjatakan bayonet.

Memang ada senjata yang ditaruh di belakang tubuh Hendro, tapi mengambil senjata dalam keadaan duel seperti ini butuh beberapa detik.

Hendro takut Ah San keburu menusuknya.

Hendro lalu melompat dan menendang dada Ah San.

AM Hendropriyono dan Kopassus
AM Hendropriyono dan Kopassus (Kolase/TribunJambi.com)

Berhasil, tetapi sebelum jatuh Ah San sempat menusuk paha kiri Hendro hingga sampai tulang.

Darah langsung mengucur, rasanya ngilu sekali.

Ah San kemudian berusaha menusuk dada kiri Hendro. Hendro berusaha menangkis dengan tangan.

Akibatnya lengannya terluka parah dan jari-jari kanannya nyaris putus.

Celakanya, pistol di pinggang belakang Hendro melorot masuk ke dalam celananya.

Butuh perjuangan baginya untuk meraih pistol itu dengan jari-jari yang nyaris terluka.

Akhirnya, Hendro berhasil meraihnya.

Perwira baret merah ini menembak dua kali.

Tapi hanya sekali pistol meletus, satunya lagi macet.

Pistol segera jatuh karena Hendro tak mampu lagi memegangnya.

Peluru itu mengenai perut Ah San. Membuatnya limbung, Hendro yang juga kehabisan tenaga membantingnya dengan teknik o-goshi.

Kemudian Hendro menjatuhkan tubuhnya keras-keras di atas tubuh Ah San.

Duel maut itu selesai.

Ah San tewas, tetapi AM Hendropriyono pun terluka parah.

Beruntung, anak buahnya segera datang menyelamatkan Hendro.

Rupanya, saat diserang tadi Ah San sudah membakar gubuknya sendiri.

Tujuannya agar pasukan penyerang sama-sama mati terbakar.

Permintaan maaf ke Siat Moy

Hendro sempat meminta maaf pada Siat Moy tak bisa menangkap Ah San hidup-hidup.

Sambil menangis, Siat Moy mengaku bisa memaklumi hal ini.

"Saya lihat sendiri, Atew (panggilan untuk Hendro) telah berusaha dan memang Siauw Ah San yang keras kepala. Saya sangat sedih melihat Atew seperti ini," kata Siat Moy.

Hendro menderita sebelas luka di tubuhnya.

Kondisinya cukup parah, namun AM Hendropriyono masih meminta anak buahnya untuk memakamkan Ah San secara layak.

"Mau dimakamkan pakai ritual apa, dia tidak punya agama," kata Phang Lee Chong, mantan tokoh PGRS/Paraku yang kini berpihak pada TNI.

Kemudian Hendro mengatakan, "Namanya Siauw Ah San alias Hasan, makamkan saja secara Islam."

Luka-luka Hendro dan Kongsenlani berhasil disembuhkan.

Setelah misi itu, AM Hendropriyono mendapat Satya Lencana Bhakti, tanda jasa khusus bagi tentara yang terluka dalam.

Kisah-kisah Kopassus dan pasukan elite TNI bisa dibaca di Tribunjambi.com.

Kopassus Berkaki Satu yang Selalu Dicari Soeharto dan Ungkapan Agus itu Opsus. Opsus itu Agus

Teguran Maut Intelijen Kawakan ke Soeharto, Nasib Jenderal Kopassus Ini Berakhir Kemudian

Penyamaran Kopassus, Pemberontak Lari Ketakutan Mengira Diserang Hantu

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved