Profesor Intelijen dari Kopassus Luka Parah Kena Tusuk, Pistolnya Melorot ke Dalam Celana
Selama perjalanan itu banyak menemukan hal mengejutkan. Pasukan itu ternyata merayap melintasi sarang ular kobra.
Di tengah kegelapan malam, anak buah AM Hendropriyono berhasil melumpuhkan beberapa penjaga secara senyap.
Pukul 22.25 WIB, tim sudah sampai di lokasi yang ditentukan.
Mereka masih punya waktu cukup lama hingga waktu operasi.
Namun, rupanya, lewat HT, intelijen melaporkan Ah San tak ada di pondok tersebut.
Seluruh tim sangat kecewa.
Baru pukul 14.00, Siat Moy dan perwira intelijen Kodim Mempawah memastikan Ah San ada di pondok.
Tim kembali dilingkupi kegembiraan.
• Detik-detik Anggota Kostrad Bertaruh Nyawa Menyelamatkan Bocah Papua yang Tenggelam di Sungai
Dengan kecepatan kuning, mereka terus merayap mendekati sasaran, hingga akhirnya dari jarak 200 meter terlihatlah pondok kayu.
Itulah rumah persembunyian Ah San.
Tiba-tiba, anjing-anjing penjaga pondok tersebut berloncatan ke arah tim Halilintar sambil mengonggong keras.
Hendro segera meneriakkan komando.
"Serbuuuuu," katanya sambil lari sekencang-kencangnya ke arah pondok.
"Abdullah alias Pelda Kongsenlani mendahului saya lima detik untuk tiba di sasaran. Dia mendobrak pintu dengan tendangan mae-geri dan langsung masuk. Saya mendobrak jendela dan meloncat masuk," tutur AM Hendropriyono.
Duel maut
Hendro berteriak pada Ah San.