Berita Nasional
Tak Sejalan Sama Prabowo yang Gabung ke Jokowi, Sandiaga Uno Bongkar Alasannya Mau Balik ke Gerindra
Tak Sejalan Sama Prabowo yang Gabung ke Jokowi, Sandiaga Uno Bongkar Alasannya Mau Balik ke Gerindra
Tak Sejalan Sama Prabowo yang Gabung ke Jokowi, Sandiaga Uno Bongkar Alasannya Mau Balik ke Gerindra
TRIBUNJAMBI.COM - Terungkap alasan mantan pendamping Prabowo Subianto saat menjalani ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan mengapa dirinya akhirnya menerima manuver Prabowo bergabung ke pemerintah.
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Macan Idealis, Senin (20/1/2020), awalnya Sandiaga menjelaskan dirinya memiliki prinsip bahwa oposisi tidak boleh bergabung dengan pemerintahan untuk mempertahankan fungsi pengawasan.
• Peluang Sandiaga Uno Kalahkan Anies Baswedan di Pilpres 2024, Pengamat Sebut Karena Sandi Miliki Ini
• Prediksi Pengamat tentang Nama Sandiaga Uno Naik setelah Jokowi Bilang Calon Pengganti 2024
"Lu (host acara Macan Idealis Vasco Ruseimy) tahu prinsip gue bahwa dalam kontestasi demokrasi itu ada yang menang, ada yang terpilih, ada yang belum terpilih. Yang belum dipilih itu mestinya ikut menjadi bagian dari pada check and balance."
"Itu pandangan awal gue, jadi supaya masyarakat itu terwakilkan," lanjutnya.
Mantan Calon Wakil Presiden di 2019 tersebut lanjut menjelaskan mengapa dirinya berubah pendirian.
Sandiaga mengatakan setelah melihat kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di Papua membuatnya tersadar bahwa hal terpenting adalah kesatuan bangsa Indonesia.
• Absen di Semi Final Gubernur Cup 2020, Ternyata M Andika Kurniawan, Perkuat Borneo FC
• Kepala BNN Menunggu Didi Kempot di Hadapan Ratusan Wartawan, Ini yang Terjadi Kemudian
• Relokasi Pedagang, Pemkab Beri Waktu 2 Hari Pedagang Parit I Lama di Jalan Nasional untuk Pindah
"Tapi yang terjadi, karena gue intens dengan Pak Prabowo, yang betul-betul mengubah mindset (pikiran) kita, yang betul-betul mengubah suasana secara fundamental itu apa yang terjadi di Papua kemarin, kita shock (kaget)," katanya."Ini kalau kita terus terbelah, ini integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia mungkin bisa menjadi hal yang riskan, berbahaya."
Setelah melihat kerusuhan tersebut, Sandiaga mulai tersadar dan menerima keputusan Prabowo menerima tawaran menjadi Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju.
"Jadi bagaimana kita ubah narasi, tentunya juga diajak oleh teman-teman di pemerintahan, Pak Presiden sendiri," terang Sandiaga.
"Ya sudah gue bilang kalau itu bagian dari pada kita rekonsiliasi untuk memastikan keutuhan NKRI, ini keputusan yang harus diambil," tegasnya.
Sandiaga mengakui dirinya masih belum bisa menerima secara total dan ikhlas soal langkah Prabowo tersebut, bahkan hingga Prabowo menjalani pelantikan.
"Ya rekonsiliasi tapi kita enggak perlu sama-sama ada dalam pemerintahan," ujarnya.
Terlepas dari perbedaan prinsip antara dirinya dengan Prabowo, Sandiaga mengapresiasi langkah Ketua Umum Gerindra tersebut untuk bergabung dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
"Ini yang gue salut juga, dia punya jiwa besar, dan memang kalau misalnya kita mau gabung sekaligus aja all out," pungkasnya.