Di Mata Najwa Abraham Samad Bandingkan PKS & Demokrat, Benarkah KPK Takut PDIP Partai Mega & Jokowi?

PDIP parpol yang digawangi Megawati Soekarnoputri dan memberi Jokowi gelar petugas partai. Benarkah KPK tak bernyali di hadapan PDIP?

capture youtube.com/najwashihab
Mata Najwa Angkat Tema Menakar Nyali KPK 

"Buktinya kita bisa lihat apa yang terjadi sekarang," protes Abraham Samad.

Lihat videonya sejak menit awal:

Debat Abraham Samad dengan Masinton Pasaribu

Perdebatan terjadi antara Mantan Ketua KPK, Abraham Samad dengan Anggota DPR Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu di acara Kabar Petang tv One pada Senin (13/1/2020).

Perdebatan itu terjadi terkait KPK yang gagal menggeledah Kantor DPP PDIP.

Kantor DPP PDIP sempat digeledah KPK terkait kasus suap yang melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan dan Politisi PDIP, Harun Masiku.

Mulanya, Abraham menilai PDIP seharusnya bisa memberikan contoh pada partai lain untuk tunduk pada aturan yang berlaku.

"Apa yang disampaikan Bung Haris tadi, sebagai partai pemenang Pemilu harus memberikan contoh bahwa partai ini adalah partai yang tunduk pada aturan-aturan hukum," kata Abraham.

Menanggapi itu, Masinton lantas meminta agar jangan membangun opini seakan-akan tidak mau menaati hukum.

"Jadi begini Pak Abraham Samad, jangan ada framing seakan-akan PDI Perjuangan tidak patuh."

"Kita patuh dan menghormati penegakan hukum. Baik yang dilakukan KPK, kejaksaan, kepolisian, dan lain-lain," sela Masinton.

Ia menegaskan, pihaknya hanya menentang penegak hukum yang justru melanggar hukum.

"Tetapi ketika ada oknum atau tim yang bertindak atas penegakan hukum tidak menaati aturan hukum itulah yang kita tentang," ungkap Masinton.

Lalu, ia meminta agar Abraham sadar akan hal-hal yang dilakukan KPK selama ini.

"Dan Saudara Abraham Samad jangan menutup mata beberapa case, kasus KPK salah geledah," ucap Masinton.

"Contohnya apa itu Bung Masinton," tanya Abraham

3 Bulan Lagi Sule Dipastikan Nikah, Aziz Hukum Buka Suara, Kuasa Hukum: Dirundingin di Mana KUA-nya

Misteri Penemuan Kerangka Manusia Duduk di Sofa Kenakan Jas Hujan, Rumah Tak Dihuni Sejak 2014

"Ada kasus di NTT, orangnya sudah meninggal, kemudian digeledah kasusnya, salah objek," jawab Masinton.

Lantas Masinton menyebutkan kesalahan yang dilakukan tim KPK saat akan menggeledah kantor PDIP.

Tim lapangan KPK disebut tidak bisa menunjukkan surat tugas penggeledahan tersebut.

"Jangan menutup mata terhadap itu, nah ini apalagi ini yang datang ini tidak mampu membacakan surat tugasnya."

"Tidak mampu menunjukkan surat tugasnya, benar tidak dia ditugaskan ke DPP PDI Perjuangan, benar tidak objek yang harus dia geledah. Tidak ada itu," jelas Masinton.

Mendengar itu, Abraham membenarkan Masinton bahwa penggeledahan memang tak bisa dilakukan tanpa surat tugas.

"Saya sepakat kalau memang petugas KPK tidak dibekali dengan surat-surat yang seperti Pak Masinton katakan, nah memang ini tidak boleh."

"Bahkan Pak Masinton harus laporkan ke Dewan Pengawas," ucap Abraham Samad.

"Itu kan tadi sudah saya katakan," timpal Masinton.

Meski demikian, Abraham menyingung soal pernyataan Dewan Pengawas KPK, Lilik Siregar.

Lilik Siregar mengatakan bahwa petugas KPK sudah dibekali dengan surat-surat tugas.

"Cuma kalau kita melihat Pak Masinton diulang-ulang tadi film, diputar ulang tadi disampaikan oleh Bu Lilik bahwa katanya, saya juga belum tahu persis."

"Katanya bahwa semua petugas KPK itu sudah dibekali dengan administrasi," singgung Abraham.

Politisi PDIP, Masinton Pasaribu dalam channel YouTube Talk Show tvOne, Minggu (12/1/2020). (YouTube Talk Show tvOne)

Kemudian, Masinton kekeh mengatakan bahwa tim yang akan menggeledah Kantor DPP PDIP itu tidak membawa dan membacakan surat tugas.

"Katanya, kan begini ada ketika datang itu berlaku bukan hanya penyidik KPK, penyelidikan polisi, kejaksaan ketika datang ke satu objek, dia bacakan," kata Masinton.

"Itu betul sekali, itu mekanisme yang harus dilakukan," timpal Abraham.

Bahkan, Masinton berani membuktikkan ucapannya itu dengan rekaman CCTV yang tengah ia kumpulkan.

"Kita punya CCTV nya pak, saya sudah lihat dan itu sedang kita kumpulkan sekarang," ungkap Masinton.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Abraham Samad Bandingkan Penggeledahan Kantor PDIP dengan Kantor PKS dan Demokrat: Tinggal Sejarah,
https://wow.tribunnews.com/2020/01/16/abraham-samad-bandingkan-penggeledahan-kantor-pdip-dengan-kantor-pks-dan-demokrat-tinggal-sejarah?page=all&_ga=2.165314495.1879818915.1578988004-550443051.1578987976

Editor: suci
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved