Siapa Sebenarnya Jenderal Polisi Idham Azis? Ini Jejak Karier dari SD hingga Jadi Kapolri
Keesokan harinya, Idham terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian ...
Kisah di Poso
Pada malam 10 November 2005, Brigjen Pol Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham untuk berangkat ke Poso.
Keesokan harinya, Idham terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana.
Tito memintanya untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis SMA Kristen yang terjadi di Poso.
Per 12 November 2005, Idham resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.
Idham menggantikan Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto sebagai Kapolda Sulawesi Tengah sejak tanggal 3 Oktober 2014.
Jabatan tersebut diembannya hingga 1 Maret 2016, ketika dirinya digantikan oleh Brigjen Pol Rudy Sufahriadi.
Idham kemudian dimutasi menjadi Inspektur Wilayah II Inspektorat Pengawasan Umum Polri.
Pada 23 September 2016, Idham dilantik menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Kadiv Propam), menggantikan Irjen Pol Mochamad Iriawan.
Idham dipilih karena pernah bertugas di daerah konflik, khususnya Poso.
Idham kembali menggantikan posisi Iriawan sebagai Kapolda Metro Jaya pada 26 Juli 2017.
Idham ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) menggantikan Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Posisinya sebagai Kapolda Metro Jaya dilanjutkan oleh Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.
Idham dilantik sebagai Kabareskrim pada 28 Januari 2019.
Pada 23 Oktober, Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Idham sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.