Kantor Kejari Batanghari Penuh Barang Rampasan, Dua Truk Minyak Ilegal Dititipkan ke Jambi

Saat diamankan, dua unit truk itu kedapatan mengangkut 19 ribu liter minyak hasil pengeboran di wilayah Kecamatan Bajubang.

Kantor Kejari Batanghari Penuh Barang Rampasan, Dua Truk Minyak Ilegal Dititipkan ke Jambi
ist
Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari menitipkan barang bukti (BB) kasus Illegal Drilling berupa dua unit truk ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Jambi, Rabu (15/1) siang. 

Kantor Kejari Batanghari Penuh Barang Rampasan, Dua Truk Minyak Ilegal Dititipkan ke Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari menitipkan barang bukti (BB) kasus Illegal Drilling berupa dua unit truk ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Jambi, Rabu (15/1) siang.

Penitipan dua unit truk nomor polisi BG 8450 UF dan BG 8117 DA dilakukan oleh Kasi Barang dan Barang Rampasan, Bambang Irawan.

Penitipan tersebut dilakukan lantaran tempat penyimpanan barang bukti di Kejari Batanghari penuh sehingga tidak memadai.

Kajari Batanghari, melalui Kasi Barang dan Barang Rampasan, Bambang Irawan saat dikonfirmasi mengatakan, barang bukti tersebut dititipkan ke Rupbasan Jambi hingga proses hukum selesai atau Incracht.

"Saat ini proses hukum masih berlangsung. Barang bukti sudah berada di Rupbasan Jambi dan tengah dicek fisik oleh tim di sana," ujar Bambang.

Kasus Illegal Drilling Terus Meningkat di Batanghari, Kajari Berharap Tahun Ini Turun

Klasemen Sementara Gubernur Cup 2020, Sarolangun dan Batanghari Tersingkir

VIDEO : Detik-detik Residivis Pencurian di Bungo Diringkus Polisi

Dua truk tersebut adalah milik tersangka Hariyanto yang ditangkap Satreskrim Polres Batanghari beberapa waktu lalu.

Dua unit mobil itu sudah ternyata telah dimodifikasi dengan tangki tambahan di bagian baknya.

Saat diamankan, dua unit mobil itu terdapat lebih kurang 19 ribu liter minyak hasil pengeboran di wilayah Kecamatan Bajubang.

Tersangka juga melanggar pasal 52, 53, huruf (b) jo pasal 23 UU RI no 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Saat ini tersangka menjadi tahanan Kejari Batanghari dan dalam tahap persidangan," ujar Bambang.

Barang bukti tersebut, kata Bambang, biasanya bakal dilelang. Hanya saja, saat ini belum bisa dimasukan ke dalam daftar lelang lantaran masih dalam tahap persidangan.

"Dikarenakan masih persidangan dan belum tuntutan, jadi untuk tuntutanan masih menunggu petunjuk pimpinan. Namun biasanya yang sudah selesai prosesnya bakal dirampas untuk negara (lelang)," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya berharap di Kabupaten Batanghari memiliki rumah penitipan barang bukti sendiri juga. Mengingat angka kejahatan di Kabupaten Batanghari cukup tinggi.

"Jika di Batanghari ada rupbasan sendiri lebih efektif. Tapi untuk saat ini rupbsan hanya ada di Jambi. Dan ini untuk yang pertama kalinya barang bukti dititip di sana," pungkasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved