Kasus Illegal Drilling Terus Meningkat di Batanghari, Kajari Berharap Tahun Ini Turun

Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari, mengapresiasi kinerja Polres Batanghari terhadap perkara illegal drilling.

Kasus Illegal Drilling Terus Meningkat di Batanghari, Kajari Berharap Tahun Ini Turun
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Polres Batanghari menangkap pelaku illegal drilling beserta barang bukti. 

Kasus Illegal Drilling Terus Meningkat di Batanghari, Kajari Berharap Tahun Ini Turun

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Batanghari, mengapresiasi kinerja Polres Batanghari terhadap perkara illegal drilling.

Hal ini disampaikan oleh Kajari Batanghari, Mia Banulita. Ia menyebut, dari tahun ke tahun perkara Illegal Drilling yang diterima pihaknya dari Polres Batanghari meningkat.

"Dari 2018 kita menangani 1 perkara. Lalu 2019 ada 10 perkara. Ini bisa dilihat indikatornya. Maraknya kejahatan illegal drilling juga diiringi dengan tindakan hukum," ujar Mia kepada wartawan, Senin (13/1).

Awal tahun ini, Polres Batanghari kembali merazia kampung illegal drilling di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari. Hasilnya, 4 pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti.

Mia mengatakan, ada 3 laporan polisi dengan 4 pelaku dari perkara tersebut. Dan pihaknya sudah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kasus itu.

Tiga Pelaku Illegal Drilling di Sarolangun Diringkus, Polres Tak Mau Kecolongan Terus Buru Pemodal

Kronologi Aksi Koboi Bripka Eko Rondo, Naik Mobil Pajero Bawa Kabur Terduga Illegal Drilling Jambi

PETI di Sarolangun Merajalela, Empat Kecamatan Jadi Lokasi Penambangan Emas Ilegal

"Artinya perkara-perkara tersebut sudah masuk tahap penyidikan. Diharapkan pemberkasan bisa dilakukan dengan cepat dan kita bisa melimpahkannya juga ke pengadilan dengan cepat," paparnya.

Dia juga berharap pada tahun ini indikator Illegal Drilling bisa diminimalkan.

"Yang artinya penegakan hukum terhadap kasus tersebut bisa rendah seiring dengan tertibnya kegiatan ilegal di tempat itu," katanya.

Dari perkara Illegal Drilling yang ditangani Kejari Batanghari, ditambahkan Mia, ada barang bukti puluhan ribu minyak ilegal hasil pengeboran sumur baru di wilayah Bajubang.

"Ada sekitar 23 ribu liter untuk tahap ekseskusi dan hampir 20 ribu liter untuk tahap penuntutan yang baru-baru ini disidangkan," tambahnya.

Hingga saat ini, barang bukti tersebut masih tersimpan di Kejari Batanghari dan belum bisa dimusnahkan. Kata Mia, barang bukti itu belum dimusnahkan karena belum ada petunjuk lebih lanjut dari pimpinan.

"Barang bukti itu dirampas untuk dimusnahkan bukan dilelang untuk negara. Karena tidak ada nilai ekonomis lagi. Ekseskusinya (pemusnahan) harus dilakukan dengan cara yang benar. Karena jika tidak, akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan dampak buruk bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved