Sekap Anak Kandungnya Sendiri di Kandang Ayam, Ternyata Ini Alasan sang Ayah, Berakhir ke Polisi

EW (41), warga Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember tega menyekap anak kandungnya sendiri, MI (13), di kandang ayam.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
surya.co.id
Kecanduan Game Online, Remaja 13 Tahun Dikurung di Kandang Ayam Kaki Diborgol, Berujung ke Polisi. Bocah Jember IM (13) dikurung dalam kandang ayam dan kakinya diborgol 

Sekap Anak Kandungnya Sendiri di Kandang Ayam, Ternyata Ini Alasan sang Ayah, Berakhir ke Polisi

TRIBUNJAMBI.COM - EW (41), warga Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember tega menyekap anak kandungnya sendiri, MI (13), di kandang ayam.

Sebab, dia merasa kesal dengan anaknya karena kecanduan game online.

Agar tidak kabur, anak tersebut diikat menggunakan menggunakan borgol besi.

“Kejadianya pada Sabtu lalu,” kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal pada Kompas.com saat konferensi pers di Mapolres Jember Senin (13/1/2020).

Menurut dia, penyekapan tersebut berawal saat MI kabur dari rumahnya.

Nekat, Pasangan Ini Menikah Dengan Latar Belakang Erupsi Gunung Berapi Paling Aktif di Asia Tenggara

Kumpulan Doa-doa Terlengkap, Mulai dari Doa Sebelum Tidur, Sesudah Azan hingga Masuk Kamar Mandi

Saat itu, EW menghubungi pengasuh anaknya yang bernama Salma.

Ketika dicari, sang anak ditemukan sedang bermain game online di salah satu warnet di Jalan Riau.

Setelah mendapatkan informasi korban, Salma meminta tolong agar EW memanggil korban.

“Namun, tak kunjung keluar atau mengikuti keinginan ayah kandungnya, akhirnya tersangka ini menarik tangan kiri untuk keluar dan melakukan tindakan kekerasan fisik,” ujar Alfian.

EW memukul korban beberapa kali sehingga mengenai sejumlah bagian tubuh korban.

“Setelah terjadi pemukulan, anak dibawa ke rumah, lalu dilakukan pengikatan dengan menggunakan borgol kecil dan besar,” terangnya.

Namun, karena risih kelihatan warga sekitar, korban ini dipindah ke kadang ayam yang sering digunakan untuk melakukan pemotongan ayam dan lainnya.

“Diikat menggunakan tali ban yang panjang, jari jempol kiri diborgol, pergelangan kaki kanan juga diborgol dengan borgol besar,” papar dia.

Lalu diikat dengan tali van belt pada kayu.

Warga Batang Asai Masih Ketakutan Dua Orang Jadi Korban PETI, Polisi Kesulitan Olah TKP

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved