Warga Batang Asai Masih Ketakutan Dua Orang Jadi Korban PETI, Polisi Kesulitan Olah TKP
Pasca dua warga menjadi korban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin di Kecamatan Batang Asai, Sarolangun, pihak kepolisian kesulitan menuju TKP.
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
Warga Batang Asai Masih Ketakutan Dua Orang Jadi Korban PETI, Polisi Kesulitan Olah TKP
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Pasca dua warga menjadi korban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Batang Asai, Sarolangun, pihak kepolisian kesulitan untuk melakukan pemeriksaan ke TKP.
Pihak kepolisian Polsek Batang Asai kesulitan menuju lokasi PETI. Pasalnya menuju ke lokasi, jarak tempuh yang hampir memakan waktu dua jam itu harus menggunakan jalur sungai. Namun masyarakat belum ada yang mau meminjamkan perahu pada pihak kepolisian.
"Masyarakat gak ada yang mau ngasih pinjem keteknya (perahu). Masyarakat agak tertutup, masih usahakan cari ketek," kata Kapolsek Batang Asai Iptu Ebon Lingga. Senin (13/1) usai pemakaman korban PETI.
Menurut kapolsek, masyarakat banyak yang ketakutan untuk di ajak ke lokasi. Berbagai macam alasan terlontar kepada pihak kepolisian.
• Pakai Sistem Lobang Jarum, Ini Kronologi Tewasnya 2 Penambang PETI di Batang Asai, Sarolangun
• Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Naik, Tembus Rp 2.000 per Kilo
"Iya, mereka masih ketakutan, dengan alasan jangan dulu pak saya lagi bersedih jangan dulu pak, nanti saja pak, saya dak sanggup pak," ungkap kapolsek.
Dengan kondisi ini, pihaknya masih mempertimbangkan untuk menuju lokasi terjadinya korban PETI.
"Kita harus melihat situasi dan kita harus ada pertimbangan jika kita menerobos, tidak mungkin. Lokasi di tengah hutan harus ada salah seorang masyarakat yang mendampingi," katanya.
"Ditambah arus sungai yang sangat kencang, harus ada yang mahir yang bawaknya (perahu)," ujarnya.
Pihaknya terus berupaya agar sampai ke lokasi dan melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. (Cwa)